Kisah di Langit

Follow your dreams (1)

Perutku berbunyi nyaring. Sepertinya segerumbul cacing gemuk yang tadi pagi kusantap tak cukup memberikan energi untuk perjalananku hari ini. Musim yang berganti, menjadi isyarat bahwa aku harus segera pergi. Mencari tempat yang lebih hangat. Membangun sarang yang baru. Bertelur dan menetaskan keturunan baru.
Continue reading

Gelembung

gelembung (2)

Di dalam air, bisa kudengar detak jantungku. Berdebar, kuat kemudian melemah. Kurasakan desir darahku. Mengalir tanpa suara, memompa oksigen lebih banyak supaya aku tetap terjaga. Kutahan napasku, berusaha supaya tak ada gelembung menyeruak ke permukaan.

Keheningan inikah yang sejatinya menjadi awal mula kehidupan? Berenang di dalam cairan amniotik rahim Ibunda? Kini, aku ingin mencari tahu, apakah suasana yang sama bisa membawaku ke alam baka.
Continue reading

Sparks

Sparks (1)

 

Percikan sinar keluar dari tongkat ajaib itu. Mama memperkenalkannya padaku 15 tahun lalu, kala aku baru saja bisa melafalkan huruf R tanpa cadel.

Kembang api.

Kuperhatikan, sepertinya nama itu muncul dari bentuk percikan cahayanya. Disulut oleh api, menghasilkan bentuk serupa bunga.
Continue reading