Pujaan Rahasia

PUJAAN RAHASIA

Binar senyumnya begitu memesona. Tersungging dari tubuh seratus delapan puluh senti dan tujuh puluh lima kilogramnya. Astaga, aku terlalu dalam mengaguminya, sampai hafal ukuran fisik, bahkan ukuran pakaiannya!

Yah, sebagai asisten perawat sekolah di waktu istirahat, menemukan data ini tak sulit bagiku. Terkadang, malah membawaku kepada kesempatan menarik. Seperti pemeriksaan fisik klub olahraga sekolah. Salah satunya, klub basket, dimana ia menjadi bintangnya.
Continue reading

Kisah di Langit

Follow your dreams (1)

Perutku berbunyi nyaring. Sepertinya segerumbul cacing gemuk yang tadi pagi kusantap tak cukup memberikan energi untuk perjalananku hari ini. Musim yang berganti, menjadi isyarat bahwa aku harus segera pergi. Mencari tempat yang lebih hangat. Membangun sarang yang baru. Bertelur dan menetaskan keturunan baru.
Continue reading

Sang Pemangsa

SANG PEMANGSA (1)

Belasan purnama sejak kita bersua
Entah ini fantasi atau obsesi
Benakku menguraimu
Menjadi seribu wajah fauna

Adakalanya kau adalah angsa putih
Bergerak anggun memukau dunia
Kecantikan dan percaya diri berpadu
Tak seorang berani meragu
Continue reading

Look a Like

lookalike (1)

“Bagaimana rambutku?” tanyanya dengan mata cokelat bulat yang berbinar.

“Cantik. Sangat cantik,” pujiku, membelai rambut ikal sebahu yang dicat semburat ungu tua dengan harum stroberi. Sang penata rambut langgananku mengedipkan mata. Kuselipkan dua lembar uang seratus ribu ke sela-sela jemarinya. Jemari yang telah berhasil menyulap dua belas wanita semenjana menjadi bidadari khayangan.
Continue reading

Sesal

sesal (1)

Perempuan itu terlihat cantik. Terbaring, terpejam, wajahnya memancarkan kelembutan. Sesuatu yang sebelumnya hilang ketika ia terjaga dan masih berdiri. Silih berganti mereka datang dan pergi. Mengungkapkan suara yang serupa. Penyesalan.

***
Continue reading

Sparks

Sparks (1)

 

Percikan sinar keluar dari tongkat ajaib itu. Mama memperkenalkannya padaku 15 tahun lalu, kala aku baru saja bisa melafalkan huruf R tanpa cadel.

Kembang api.

Kuperhatikan, sepertinya nama itu muncul dari bentuk percikan cahayanya. Disulut oleh api, menghasilkan bentuk serupa bunga.
Continue reading

Aku bukan Kamu

Shadows (1)

“Dira! Astaga, kamu kesambet apa jadi begitu potong rambutnya?!!”

Mama berteriak begitu kencang. Dari ekspresi wajahnya, mirip keselek semur jengkol. Cuma melihat potongan rambut pixie begini, lebay amat sih, batinku kesal.

“Gerah, Ma! Lagian, potongan begini bikin Dira nggak gampang dijambak pas pertandingan. Minggu lalu, Dira nonton pertandingan anak Bogor, ada yang sampai jambak-jambakan rambut panjang begitu. Malesin, kan!” cerocosku panjang lebar.

Mama menghela napas super panjang. Kalau nggak lihat badannya yang masih singset di usianya menjelang 50-an, pasti orang menyangka Mama mengidap asma dan masalah pernapasan, saking seringnya menghela napas begitu.
Continue reading