Pujaan Rahasia

PUJAAN RAHASIA

Binar senyumnya begitu memesona. Tersungging dari tubuh seratus delapan puluh senti dan tujuh puluh lima kilogramnya. Astaga, aku terlalu dalam mengaguminya, sampai hafal ukuran fisik, bahkan ukuran pakaiannya!

Yah, sebagai asisten perawat sekolah di waktu istirahat, menemukan data ini tak sulit bagiku. Terkadang, malah membawaku kepada kesempatan menarik. Seperti pemeriksaan fisik klub olahraga sekolah. Salah satunya, klub basket, dimana ia menjadi bintangnya.
Continue reading

Kamu Malam Itu

kamu malam itu (1)

Suara wajan yang mendesis, mengiringi lamunanku. Sementara kedua bola mata ini memandangi sesosok tubuh gemulai yang berdiri di samping lampu taman.

Sekilas, rautnya mengingatkanku pada Prisia Nasution. Eksotis, manis, menyimpan daya magis. Rok pensil selutut dan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Berpadu dengan sepatu tertutup berhak sedang. Siapa yang tak tergoda melihat si jelita dengan rambut ikal sepunggungnya.
Continue reading

Red Lipstick Revenge

Red Lipstick Revenge

Seperempat abad aku hidup, masih jawaban yang sama terlontar setiap pertanyaan ini dilontarkan.

What is your biggest fear
?

Dengan yakin, aku akan menuliskan satu kata. Lipstik.

Dijamin, hampir seluruh kaum Hawa dewasa yang kukenal di dunia akan berteriak. Kenapa, Bella?!!

Namaku memang berarti cantik dan buat mayoritas wanita di dunia, rias wajah adalah wajib untuk wanita cantik. Meskipun kata inner beauty ramai didengungkan, seraut wajah polos tanpa make-up sepertinya sama hina dina-nya dengan tidak memakai baju yang menutupi aurat.
Continue reading

Senyum yang Telah Kembali

tumblr_msxdepNKkn1qdkk86o1_500.jpg

pic from rebloggy

“Kalo gue jadi lo sih, gue putusin dia secepetnya. Di hari Valentine sekalian, biar dia kapok nggak asal mainin cowok yang beneran sayang sama dia!”

Wajahnya menyorotkan api-api semangat. Energi besar yang berbanding terbalik dengan tubuh kurusnya. Lima bulan aku mengenalnya sebagai teman sekelas, masih saja ia mengejutkanku setiap hari dengan kata-kata tajamnya. Kata-kata tajam yang alih-alih melukaiku, tetapi malah memberikanku banyak makna. Pisau yang merobek kegelapan dan menunjukkan pencerahan.

Dani masih terus bicara panjang lebar. Aku mengamati mata cokelatnya yang bersinar penuh percaya diri. Ia adalah gadis yang tak ragu mengungkapkan apa yang ada di dalam benaknya. Namun, ia bisa menyampaikan sesuatu yang pedas sambil menyelipkan senyum manisnya. Sesuatu yang baru aku sadari seminggu belakangan.
Continue reading

I was Wrong

Best friend can never be lovers. It never works, like putting coffee in a wine glass.

image

Filosofi seorang gadis yang begitu apatis akan persahabatan yang naik tingkat. Begitu kerasnya gue berusaha membuktikan bahwa dua gender yang berbeda bisa menjalin hubungan pertemanan yang begitu dekat dan chemistry yang begitu dalam, tanpa diganggu oleh percikan bernama asmara.

Sebuah prinsip yang coba gue jalanin sepanjang seperempat abad hidup di dunia. Target percobaan dan pembuktian gue : Rendi, sahabat yang tinggal di samping rumah, berulang tahun tiga bulan lebih cepat dari gue. Semenjak berebut boneka beruang bersama saat kami sama-sama berbalut popok, gue langsung tahu dialah belahan jiwa, saudara sehati yang tidak sedarah, dan kami tak terpisahkan sejak detik itu berlalu.

Hanya saja rupanya semesta punya rencana berbeda.

Continue reading

Picture of Us

image

Kutatap lekat layar di depanku. Sebuah surat elektronik melayang untukku, tugas liputan yang harus aku tunaikan minggu ini. Sebuah wawancara dengan seseorang, yang sontak membangkitkan de ja vu di setiap inci tubuhku. Sebuah wawancara yang dulu pernah aku lakukan dengan tokoh yang sama, yang menjadi awal timbulnya rasa.

Continue reading