Magenta dan Kelabu

Get on our list (1)

Nyaris dua dekade berlalu, melihatnya seakan tak berubah ditelan waktu. Rambutnya masih pendek dengan potongan bob klasik. Tubuh seratus tujuh puluh sentinya tetap semampai. Sorot matanya yang dingin dan senyum tipis tersaput mengikutinya. Bahkan, warna pakaian yang digunakannya selalu setia. Kelabu, seolah mendung menggelayuti hidupnya.

Padahal, dari berita yang kerap kuikuti, hidupnya tidak semerana itu. Puisi-puisi ciptaannya menggema ke penjuru dunia. Sederet buku best seller, belum lagi beberapa karyanya disematkan pada beberapa film romantis yang meraup jutaan penonton setiap penayangannya. Mungkin, tema galau, kesepian, dan cinta tak sampai memang selalu sukses merebut hati pembaca. Tak jarang aku berandai, benarkah wanita secantik dirinya gagal di area percintaan?
Continue reading

Look a Like

lookalike (1)

“Bagaimana rambutku?” tanyanya dengan mata cokelat bulat yang berbinar.

“Cantik. Sangat cantik,” pujiku, membelai rambut ikal sebahu yang dicat semburat ungu tua dengan harum stroberi. Sang penata rambut langgananku mengedipkan mata. Kuselipkan dua lembar uang seratus ribu ke sela-sela jemarinya. Jemari yang telah berhasil menyulap dua belas wanita semenjana menjadi bidadari khayangan.
Continue reading

No Prom for Today

Dance (1).png

“Mau datang ke prom bersamaku?”

Mata hijau itu bersinar penuh harap. Senyum hangat ikut menghiasi wajahnya. Sekilas kulihat ada kedutan di sudut bibirnya. Hmmm, ia cemas menanti jawabanku rupanya.

Ada jeda di antara kami. Kediaman yang membuat suasana menjadi canggung. Wajar saja, kami cuma partner dalam kelompok di kelas Kimia. 6 bulan bersama dalam frekuensi 2 kali seminggu, tanpa interaksi lebih di luar waktu tersebut.

Sekarang, dengan mudahnya ia mengajakku datang ke pesta konyol akhir tahun. Seolah tanpa beban. Seakan aku pasti takluk pada mata teduh itu.
Continue reading

Chicks are Mad about Selfie

girls (1)

Aku tersenyum.
Ia selalu muncul di jam yang sama. 60 menit sebelum tengah hari. Tidak kurang, tidak lebih.

Suara notifikasi berdenting. Menandakan aku dan dia telah memasuki chat room pribadi.

It’s time to show some love, baby!

*** Continue reading

Cinta dan Rahasia : Teleseri Favorit Baru yang Bikin Baper

cinta dan rahasia title

pic from youtube

Di saat sekeliling gue lagi banyak gandrung drama Korea (drakor), entah kenapa, gue belum terjangkit virusnya. Tiba-tiba, gue malah kepelet sama drama lokal. Eits! Ini bukan sinetron abege yang heboh nggak karuan. Serba glamor dan percintaan nggak jelas. Yang pasti, teleseri ini ditayangkan di stasiun TV lokal favorit gue saat ini, NET.

Jujur saja, stasiun TV yang satu ini memang punya banyak serial yang oke. Sebut saja, sitkom semacam Tetangga Masa Gitu dan OK-JEK, drama Kesempurnaan Cinta, Stereo, dan Catatan Si Boy The Series, hingga yang genre-nya tak biasa seperti Masalembo dan Patriot.

Sekarang, teleseri NET. terbaru yang sedang tayang dan sukses mem-baper-kan penonton adalah serial yang satu ini, Cinta dan Rahasia. Menggunakan judul yang sama dengan lagu tema (yang dinyanyikan dengan manis oleh Yura Yunita dan Glenn Fredly), serial yang simple and sweet ini bikin gue penasaran dan termehek-mehek bak abege lagi.
Continue reading

Aku Tak Ingin Berlari

Menggandeng angin, mengejar target di depan sana. Aku dan berlari adalah sahabat tak terpisahkan.

Kaki-kaki ini selalu penuh semangat. Mengalirkan adrenalin ke setiap laju darahku. Maju, maju, maju, teriaknya.

Hingga aku bertemu kau. Tembok tebal penuh keangkuhan. Terdiam di sudut, bersembunyi di balik bayang.

Continue reading

Di Balik Cerita Cinta Bobodoran Itu

JBD-24

Yihaaaa!
Kelar juga serial cinta bobodoran Jenaka Bukan Dosa. Semoga aja abis ini nggak dapet gelar penulis sok romantis binti garing kriuk hahahaha.

Kali ini…kata ganti orang pertama, diganti jadi GUE! Iya, mau rada songong nyebut diri sendiri 😀
Continue reading