Kamu Malam Itu

kamu malam itu (1)

Suara wajan yang mendesis, mengiringi lamunanku. Sementara kedua bola mata ini memandangi sesosok tubuh gemulai yang berdiri di samping lampu taman.

Sekilas, rautnya mengingatkanku pada Prisia Nasution. Eksotis, manis, menyimpan daya magis. Rok pensil selutut dan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Berpadu dengan sepatu tertutup berhak sedang. Siapa yang tak tergoda melihat si jelita dengan rambut ikal sepunggungnya.
Continue reading

Magenta dan Kelabu

Get on our list (1)

Nyaris dua dekade berlalu, melihatnya seakan tak berubah ditelan waktu. Rambutnya masih pendek dengan potongan bob klasik. Tubuh seratus tujuh puluh sentinya tetap semampai. Sorot matanya yang dingin dan senyum tipis tersaput mengikutinya. Bahkan, warna pakaian yang digunakannya selalu setia. Kelabu, seolah mendung menggelayuti hidupnya.

Padahal, dari berita yang kerap kuikuti, hidupnya tidak semerana itu. Puisi-puisi ciptaannya menggema ke penjuru dunia. Sederet buku best seller, belum lagi beberapa karyanya disematkan pada beberapa film romantis yang meraup jutaan penonton setiap penayangannya. Mungkin, tema galau, kesepian, dan cinta tak sampai memang selalu sukses merebut hati pembaca. Tak jarang aku berandai, benarkah wanita secantik dirinya gagal di area percintaan?
Continue reading

Terjebak

terjebak (1)

Lengan kekar berbulu halus itu terulur kepadaku. Kutengadahkan kepalaku, memandang seraut wajah yang tersenyum tak biasa.

“Kamu nggak apa-apa?” tanyanya dengan suara yang begitu lembut. “Jadi anak cewek, mainnya yang kalem, dong,” candanya sambil membantuku berdiri.
Continue reading

Kisah di Langit

Follow your dreams (1)

Perutku berbunyi nyaring. Sepertinya segerumbul cacing gemuk yang tadi pagi kusantap tak cukup memberikan energi untuk perjalananku hari ini. Musim yang berganti, menjadi isyarat bahwa aku harus segera pergi. Mencari tempat yang lebih hangat. Membangun sarang yang baru. Bertelur dan menetaskan keturunan baru.
Continue reading

Gelembung

gelembung (2)

Di dalam air, bisa kudengar detak jantungku. Berdebar, kuat kemudian melemah. Kurasakan desir darahku. Mengalir tanpa suara, memompa oksigen lebih banyak supaya aku tetap terjaga. Kutahan napasku, berusaha supaya tak ada gelembung menyeruak ke permukaan.

Keheningan inikah yang sejatinya menjadi awal mula kehidupan? Berenang di dalam cairan amniotik rahim Ibunda? Kini, aku ingin mencari tahu, apakah suasana yang sama bisa membawaku ke alam baka.
Continue reading

Sang Pemangsa

SANG PEMANGSA (1)

Belasan purnama sejak kita bersua
Entah ini fantasi atau obsesi
Benakku menguraimu
Menjadi seribu wajah fauna

Adakalanya kau adalah angsa putih
Bergerak anggun memukau dunia
Kecantikan dan percaya diri berpadu
Tak seorang berani meragu
Continue reading

Look a Like

lookalike (1)

“Bagaimana rambutku?” tanyanya dengan mata cokelat bulat yang berbinar.

“Cantik. Sangat cantik,” pujiku, membelai rambut ikal sebahu yang dicat semburat ungu tua dengan harum stroberi. Sang penata rambut langgananku mengedipkan mata. Kuselipkan dua lembar uang seratus ribu ke sela-sela jemarinya. Jemari yang telah berhasil menyulap dua belas wanita semenjana menjadi bidadari khayangan.
Continue reading