No Prom for Today

Dance (1).png

“Mau datang ke prom bersamaku?”

Mata hijau itu bersinar penuh harap. Senyum hangat ikut menghiasi wajahnya. Sekilas kulihat ada kedutan di sudut bibirnya. Hmmm, ia cemas menanti jawabanku rupanya.

Ada jeda di antara kami. Kediaman yang membuat suasana menjadi canggung. Wajar saja, kami cuma partner dalam kelompok di kelas Kimia. 6 bulan bersama dalam frekuensi 2 kali seminggu, tanpa interaksi lebih di luar waktu tersebut.

Sekarang, dengan mudahnya ia mengajakku datang ke pesta konyol akhir tahun. Seolah tanpa beban. Seakan aku pasti takluk pada mata teduh itu.
Continue reading

Advertisements