C-love-R

iris murdoch (1)

Sigh. Sigh. Sigh.

Helaan napasku semakin banyak dalam lima belas menit terakhir. Nampaknya, tekanan makin menguasaiku. Pikiran itu kembali menguasai benakku. Aku salah jurusan. Rutukan tak berujung di dalam hati.

Kulalui lorong-lorong suram, sesekali bersandar melepas penat di pilar berbatu. Mengapa pintu gerbang terasa semakin jauh? Pikirku putus asa.

Ujian Tengah Semester masih tersisa dua mata kuliah lagi. Namun, aku sudah terlanjur pesimis. IPK-ku masih sulit untuk membaik. Melihat bagaimana aku tak bisa menjawab dengan mantap dan yakin semua pertanyaan di setiap hari ujian.

Setiap aku gundah gulana karena kuliah, hanya ada satu tempat yang ingin kutuju. Lapangan rumput di sebelah barat pintu gerbang. Vitamin hijau untuk menyegarkan otak mampet dan hati hancur seperti saat ini.
Continue reading