Red Lipstick Revenge

Red Lipstick Revenge

Seperempat abad aku hidup, masih jawaban yang sama terlontar setiap pertanyaan ini dilontarkan.

What is your biggest fear
?

Dengan yakin, aku akan menuliskan satu kata. Lipstik.

Dijamin, hampir seluruh kaum Hawa dewasa yang kukenal di dunia akan berteriak. Kenapa, Bella?!!

Namaku memang berarti cantik dan buat mayoritas wanita di dunia, rias wajah adalah wajib untuk wanita cantik. Meskipun kata inner beauty ramai didengungkan, seraut wajah polos tanpa make-up sepertinya sama hina dina-nya dengan tidak memakai baju yang menutupi aurat.
Continue reading

Advertisements

C-love-R

iris murdoch (1)

Sigh. Sigh. Sigh.

Helaan napasku semakin banyak dalam lima belas menit terakhir. Nampaknya, tekanan makin menguasaiku. Pikiran itu kembali menguasai benakku. Aku salah jurusan. Rutukan tak berujung di dalam hati.

Kulalui lorong-lorong suram, sesekali bersandar melepas penat di pilar berbatu. Mengapa pintu gerbang terasa semakin jauh? Pikirku putus asa.

Ujian Tengah Semester masih tersisa dua mata kuliah lagi. Namun, aku sudah terlanjur pesimis. IPK-ku masih sulit untuk membaik. Melihat bagaimana aku tak bisa menjawab dengan mantap dan yakin semua pertanyaan di setiap hari ujian.

Setiap aku gundah gulana karena kuliah, hanya ada satu tempat yang ingin kutuju. Lapangan rumput di sebelah barat pintu gerbang. Vitamin hijau untuk menyegarkan otak mampet dan hati hancur seperti saat ini.
Continue reading

Mantu vs Kanjeng Ratu – Ep.29

Mantu-29

Langkah kaki gue berderap teratur. Tap-tap-tap menggema di lorong rumah sakit. Gue melaju sendirian setelah Nanda memohon diri meminjam mobil untuk pergi ke Mal PVJ. Selain ingin mengisi perutnya sebentar, ada beberapa perlengkapan untuk Tante Tiya yang ingin ia beli di sana.

Gue sempat menelepon Aria tadi. Ternyata ia pun sedanng keluar untuk rapat di sebuah restoran kawasan Diponegoro. Kata-kata Aria selanjutnya yang membuat radar gue melonjak siaga.
Continue reading