Memberi Nyeri

memberi nyeri

Kepalan tanganku terasa panas. Di hadapanku, seorang wanita menahan napas. Aku tahu, emosinya sudah sangat memuncak saat ini. Wajahnya memerah, demi kata-kata pedas tak meluncur dari bibirnya yang berlapis lipstik cokelat.

“Doni, ini sudah ketujuh kalinya dalam semester ini, kamu menyakiti Lina. Apa masalahmu dengannya?” tanya Bu Yuli, wali kelasku. Lina tersedu-sedu memeluk Bu Yuli.

Continue reading

Advertisements

Pujaan Rahasia

PUJAAN RAHASIA

Binar senyumnya begitu memesona. Tersungging dari tubuh seratus delapan puluh senti dan tujuh puluh lima kilogramnya. Astaga, aku terlalu dalam mengaguminya, sampai hafal ukuran fisik, bahkan ukuran pakaiannya!

Yah, sebagai asisten perawat sekolah di waktu istirahat, menemukan data ini tak sulit bagiku. Terkadang, malah membawaku kepada kesempatan menarik. Seperti pemeriksaan fisik klub olahraga sekolah. Salah satunya, klub basket, dimana ia menjadi bintangnya.
Continue reading

Kamu Malam Itu

kamu malam itu (1)

Suara wajan yang mendesis, mengiringi lamunanku. Sementara kedua bola mata ini memandangi sesosok tubuh gemulai yang berdiri di samping lampu taman.

Sekilas, rautnya mengingatkanku pada Prisia Nasution. Eksotis, manis, menyimpan daya magis. Rok pensil selutut dan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Berpadu dengan sepatu tertutup berhak sedang. Siapa yang tak tergoda melihat si jelita dengan rambut ikal sepunggungnya.
Continue reading

Magenta dan Kelabu

Get on our list (1)

Nyaris dua dekade berlalu, melihatnya seakan tak berubah ditelan waktu. Rambutnya masih pendek dengan potongan bob klasik. Tubuh seratus tujuh puluh sentinya tetap semampai. Sorot matanya yang dingin dan senyum tipis tersaput mengikutinya. Bahkan, warna pakaian yang digunakannya selalu setia. Kelabu, seolah mendung menggelayuti hidupnya.

Padahal, dari berita yang kerap kuikuti, hidupnya tidak semerana itu. Puisi-puisi ciptaannya menggema ke penjuru dunia. Sederet buku best seller, belum lagi beberapa karyanya disematkan pada beberapa film romantis yang meraup jutaan penonton setiap penayangannya. Mungkin, tema galau, kesepian, dan cinta tak sampai memang selalu sukses merebut hati pembaca. Tak jarang aku berandai, benarkah wanita secantik dirinya gagal di area percintaan?
Continue reading

Terjebak

terjebak (1)

Lengan kekar berbulu halus itu terulur kepadaku. Kutengadahkan kepalaku, memandang seraut wajah yang tersenyum tak biasa.

“Kamu nggak apa-apa?” tanyanya dengan suara yang begitu lembut. “Jadi anak cewek, mainnya yang kalem, dong,” candanya sambil membantuku berdiri.
Continue reading

Kisah di Langit

Follow your dreams (1)

Perutku berbunyi nyaring. Sepertinya segerumbul cacing gemuk yang tadi pagi kusantap tak cukup memberikan energi untuk perjalananku hari ini. Musim yang berganti, menjadi isyarat bahwa aku harus segera pergi. Mencari tempat yang lebih hangat. Membangun sarang yang baru. Bertelur dan menetaskan keturunan baru.
Continue reading

Gelembung

gelembung (2)

Di dalam air, bisa kudengar detak jantungku. Berdebar, kuat kemudian melemah. Kurasakan desir darahku. Mengalir tanpa suara, memompa oksigen lebih banyak supaya aku tetap terjaga. Kutahan napasku, berusaha supaya tak ada gelembung menyeruak ke permukaan.

Keheningan inikah yang sejatinya menjadi awal mula kehidupan? Berenang di dalam cairan amniotik rahim Ibunda? Kini, aku ingin mencari tahu, apakah suasana yang sama bisa membawaku ke alam baka.
Continue reading