What Winda Wants in 2018

What Winda Wants in 2018 (1)

Hai!

Udah lama banget enggak ngisi blog ini. Bisa dibilang separuh bulan terakhir di Desember 2017 kemarin itu super duper hectic buat gue.

Sudah 3 hari berjalan di tahun 2018, tapi tetap gue mau ucapin :

HAPPY NEW YEAR!

Semoga di tahun 2018, semua doa, harapan, impian bisa terwujud ya!

Nah, kembali lagi, gue mau rekap sedikit apa yang terjadi di tahun 2017 lalu, dari sisi gue sebagai penulis.

Tahun 2017, gue jadi jauh lebih sibuk dari 2016. Apa saja pencapaian dari apa yang sudah gue lakukan?
Continue reading

Advertisements

Writing Challenge, Let’s Get It On!

challenge1

pic from pinterest

Menantang diri sendiri adalah sesuatu yang akan membuat kita tumbuh dan berusaha menjadi yang lebih baik. Berpuas diri tentu ssaja adalah awal dari stagnansi. Terjebak dalam kotak bernama gitu gitu aja.

Sebagai penulis, selain writer’s block, gagal berkembang menjadi momok yang ditakuti. Umur bertambah, ilmu kian berisi, namun kalau ide masih berputar di daun kelor, pembaca bisa lari. Pikiran buntu pun akan semakin sering menghampiri.

Jujur, gue mulai gentar menghadapi kemungkinan ini. Tanda-tandanya? Percikan semangat dan gairah menulis mulai redup perlahan. Inilah alarm gue, penyegaran wajib hukumnya disegerakan.
Continue reading

Selamat Datang Babak Kedua ODOP 2017

Welcoming99 days ODOP 2017part 2 (1)

Nggak terasa, gue berhasil melewati 99 hari pertama di One Day One Post (ODOP) 2017. Hingga di minggu ke-17, gue berhasil menyetorkan 45 post, dimana 30 di antaranya tayang di blog ini.

Sejujurnya, post yang bisa gue setorkan di 99 hari pertama ODOP 2017 seharusnya lebih dari 45. Mengapa? Gue terlambat menyadari, kalau artikel-artikel gue yang tayang di keluarga.com, bisa dihitung sebagai setoran penulisan. Begitu pula dengan posting di media sosial lain seperti Facebook dan Instagram. Well, anggaplah belum rezeki, ya. Kembali lagi, fokus kepada konsistensi menulis dan menghasilkan karya, apapun itu bentuk tulisannya.

Berbeda dengan ODOP 2016, dimana gue menyetor tulisan di blog nyaris setiap hari tanpa henti selama 99 hari, kali ini gue bertahan di rerata 2 posts per minggu. Kesibukan yang semakin banyak, termasuk jatah penulisan artikel yang, alhamdulillah, ditambah kuotanya menjadi 20 artikel per bulan, membuat gue memilih untuk mengurangi kuantitas post, namun meningkatkan kualitasnya pula.
Continue reading

Stop Jadi Emak Labil : Percaya Diri dengan Pilihan Gaya Pengasuhanmu

#WorldLanguageSociety (1)

Tahun ini gue akan merayakan 5 tahun resmi menjadi seorang mama. Berarti, hampir 5 tahun sudah sejak pertama kali gue menyandang status newbie mom. Hari demi hari berlalu, banyak hal yang gue pelajari untuk mengasuh anak. Mulai dari informasi di media, cerita pengalaman orang lain, maupun hal-hal yang gue alami sendiri dan gue petik hikmah atau pelajarannya.

Salah satu keputusan terbaik dalam kehidupan gue sebagai mama adalah bergabung dengan birth club sebagai support group. Di sini, gue menemukan teman-teman senasib seperjuangan, teman bertukar cerita, berbagi informasi, sampai berakrab ria, like my own girl gank. Bergabung dengan support group membuat gue bisa belajar, salah satunya untuk mengelola ekspektasi dan menjauhkan diri dari status ‘emak labil’.
Continue reading

Untuk Kamu, Wanita Hebatku

When women support each other, incredible things happen (1)

Kartini mungkincuma hi dup seperempat abad.
Mungkin ia cuma bisa menulis surat.
Mungkin ia tak bisa melawan kehendak ketika harus menjadi istri muda seorang pejabat daerah.
Mungkin ia pun tak kuasa melawan takdir, untuk tak bisa hadir di samping anak yang dilahirkannya dan mendampinginya tumbuh dewasa.

Tapi Kartini telah membuktikan bahwa sebuah niat dan langkah kecil pun dapat menjadi sepercik tinta dalam lembaran sejarah.

Continue reading

Ketika Nini Chef Berjaya

Happy (1)

Hari Kartini tinggal satu minggu lagi. Lebih awal, gue akan menceritakan sebuah pencapaian yang berhasil diraih oleh Kartini spesial gue, Mamah tercinta. Akhir bulan ini, Beliau juga akan merayakan hari lahirnya, memasuki usia 64 tahun.

Mamah adalah contoh nyata seorang wanita yang jago ber-multi tasking. Meskipun telah memasuki usia senja, namun Mamah memilih tidak berdiam diri. Ia tergolong aktif dalam kegiatan di kompleks, salah satunya PKK, dimana Beliau menjabat menjadi Bendahara Utama, termasuk menjadi Bendahara Posyandu.
Continue reading