Cinta dan Rahasia : Teleseri Favorit Baru yang Bikin Baper

cinta dan rahasia title

pic from youtube

Di saat sekeliling gue lagi banyak gandrung drama Korea (drakor), entah kenapa, gue belum terjangkit virusnya. Tiba-tiba, gue malah kepelet sama drama lokal. Eits! Ini bukan sinetron abege yang heboh nggak karuan. Serba glamor dan percintaan nggak jelas. Yang pasti, teleseri ini ditayangkan di stasiun TV lokal favorit gue saat ini, NET.

Jujur saja, stasiun TV yang satu ini memang punya banyak serial yang oke. Sebut saja, sitkom semacam Tetangga Masa Gitu dan OK-JEK, drama Kesempurnaan Cinta, Stereo, dan Catatan Si Boy The Series, hingga yang genre-nya tak biasa seperti Masalembo dan Patriot.

Sekarang, teleseri NET. terbaru yang sedang tayang dan sukses mem-baper-kan penonton adalah serial yang satu ini, Cinta dan Rahasia. Menggunakan judul yang sama dengan lagu tema (yang dinyanyikan dengan manis oleh Yura Yunita dan Glenn Fredly), serial yang simple and sweet ini bikin gue penasaran dan termehek-mehek bak abege lagi.

Ceritanya sederhana, seorang cewek memendam rasa terhadap sang sahabat yang telah menemaninya sejak kecil. Konflik berkembang karena jalinan kisah cinta segi banyak yang saling bersentuhan antara tokoh-tokohnya. Yang menarik, semua dikemas dalam aliran cerita dan akting yang natural, nggak lebay dan cheesy seperti sinetron atau FTV yang menghiasi layar kaca.

Tokoh utama kisah ini adalah Gita dan Rizky (dimainkan dengan keren oleh Taskya Namya dan Dikta Wicaksono). Keduanya bersahabat akrab sejak kecil, hingga kini duduk di bangku kuliah. Rizky adalah tipe lelaki yang sensitif (gue lihat, ini cowok yang gampang bener galau). Kehilangan ibu yang wafat sebelum ia menginjak remaja, membuat Rizky sangat bergantung kepada Gita. Gita sendiri adalah sosok cewek sederhana, mandiri, tomboy, setia kawan, walaupun ia sering ceroboh dan rela berkorban perasaan demi kebahagiaan orang lain. Kedewasaan Gita membuatnya rela memendam perasaan cintanya ke Rizky demi tidak merusak persahabatan yang sudah seperti keluarga (atau belahan jiwa, ya?)

Persahabatan mereka diuji ketika teman masa kecil mereka yang berpisah waktu SD dulu datang kembali. Nadine (Clara Bernadeth), si putri diplomat, yang cantik dan lembut. Rizky pun terpesona, terlebih melihat Nadine nyaris sama seperti yang ia idolakan dulu. Wangi, cantik, dan perhatian kepadanya. Jadilah, Gita menahan luka, melihat sahabat yang dicintainya malah jatuh hati kepada gadis yang juga teman dekatnya.

cintadanrahasia

(kiri ke kanan) Nadine – Rizky – Gita .. pic from pictaram

Masih kurang njelimet?

Nadine, yang merasakan ada getaran juga sama Rizky, terhalang oleh ketidakenakan hatinya begitu tahu Gita sudah lebih dulu dan lebih dalam mencintai Rizky. Ia akhirnya memilih balikan dengan sang mantan, Radit, sambil masih terbayang-bayang akan pernyataan cinta dari Rizky.

Gita dan Rizky juga punya satu sahabat lagi, yaitu Dimas (Ciccio Manassero), si jenius yang kalem dan dewasa. Diam-diam, Dimas juga menaruh hati terhadap Gita dan ini menjadi semakin ruwet, setelah Dimas (yang sering jadi tempat curhat Gita tentang Rizky) secara impulsif mengajak mantan pacar (yang masih mengejar-ngejar), Raisa untuk memulai kembali berhubungan.

Selain mereka, ada tokoh Chika, adik Gita dan Kunto, si jomblo ngenes yang muka tembok, yang menyuntikkan keceriaan tersendiri di antara kegalauan para tokoh lainnya. Pemeran para orang tua pun tak kalah menarik. Ada Ikang Fawzi, Donny Damara, Shahnaz Haque, dan Karina Suwandi sebagai orang tua dari Rizky, Gita, dan Nadine. Soal akting, jangan ditanya ya, para pemain kawakan pastinya menyuguhkan akting yang matang, walaupun porsi scene mereka nggak banyak.

Sebenarnya sih, buat yang bukan tipe hopeless romantic, mungkin akan berkomentar, “Halah, kok pada susye bener idupnye!”. Maklum ya, tokoh-tokoh di sini pada saling bersinggungan dan berjibaku dengan pergulatan rasa cinta masing-masing. Yang dipendam, yang bimbang, yang nggak mau jujur. Meskipun demikian, semuanya bisa dibuat mengalir senatural mungkin. Jadi, mereka nggak cheesy dalam bersikap, berjalan apa adanya.

Di sinilah, perasaan penonton diaduk-aduk karena seakan semua punya kans untuk bisa berpasangan dengan pujaan hati. Sekaligus, berkesempatan serupa untuk dibuat patah hati. Untung, gue masih belum kumat kurang kerjaannya. Atau nggak, bisa-bisa gue bikin skema hubungan antar tokoh di teleseri ini hehehe.

Enaknya nonton teleseri NET. adalah ada re-run resminya di Zulu.id. Bisa download juga di smartphone, jadi bisa nyolong nonton sambil selonjoran di kasur. Sayag, update episode di Zulu, agak terlambat, jadi per hari ini, baru sampai episode 47, sementara di TV sudah sampai episode 52. Lumayan lah ya, bisa ngulang yang lama, biar tahu bagaimana perkembangan cerita dan tokoh-tokohnya.

Kesan yang gue dapat dari cerita Cinta dan Rahasia, waktu awal nonton, adalah kemiripan dengan cerita-cerita khas shoujo manga. Sudah jadi semacam pakem umum di banyak manga, kisah cinta dengan teman masa kecil semacam ini. Eh, ternyata oh ternyata, memang ceritanya terinspirasi oleh salah satu shoujo manga berjudul Parfait Tic!

Gue pribadi, entah kenapa, melihat karakter Gita mirip seperti Joey Potter dari Dawson’s Creek. Mulai dari tomboyish­-nya, dewasa, pandai merangkai kata, mandiri, sampai pekerjaan paruh waktunya sebagai waitress. Seperti halnya Dawson’s Creek dimana gue masuk ke #teamJoeyPacey, kali ini pun gue memilih masuk ke kubu #teamGitaDimas. Rasanya, lebih rela untuk menjadikan Gita dan Rizky sebagai sahabat selamanya, ketimbang pasangan. Gita bisa kebanyakan makan hati menghadapi Rizky yang masih kurang dewasa.

Then again, apapun ending dari cerita Cinta dan Rahasia, gue sangat terhibur dengan teleseri ini. Akhirnya ada pencerahan setelah terus-menerus dibombardir kartun-kartun anak piyik (bye-bye Robocar Poli, YESSSS!!).

cinta dan rahasia gita quote

pic from pictaram

Sssttt, quotes dari Gita keren-keren dan pas banget dijadiin picture quotes buat bahan post medsos, lho! Biar udah emak-emak, tetep romantis ala generasi milenial, dong!

Kebawa baper dari serial ini, gue pun jadi cari-cari komik yang ceritanya serupa. Hati pun tertambat pada salah satu komik lokal berjudul Grey dan Jingga. Kapan-kapan gue bahas, ya! Sementara kepoin dulu komik versi daringnya di Facebook sang komikus Sweta Kartika (ini cowok, lho!).

Siap dibuat baper? Jangan lupa cemilan seblak pedesnya, buat alasan ngeles kalo ditanya anak, “Kenapa Mamah nangis?” Ini, Si Eceu Seblak ngasih cabenya kebanyakan, hiks hiks!

 

 

 

#ODOP2017 #week16 #post33

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s