Skin Care 101 – Rejuvenating, Moisturizing, Sun Protection and Extra Treatment

MY SKINCARE ROUTINE 3 - tinypng

Masih membahas skin care dalam rangka mewujudkan diri menjadi #rockamamakinclong2017, gue akan melanjutkan tahapan skin care routine versi gue. Setelah 3 tahap awal, yaitu double cleansing, exfoliating, dan toning, gue akan membahas 4 langkah selanjutnya, yaitu :

4. Rejuvenating
5. Moisturizing
6. Sun protection
7. Extra treatment

Total jenderal, memang akhirnya gue hanya memberikan 7 langkah aja, instead of 10 atau bahkan 12 langkah ala Korean skin care routines. Off we go!

 

4 . Rejuvenating

Langkah ini sebenarnya bukan langkah yang sangat diwajibkan, namun sangat disarankan, khususnya bagi wanita di atas usia 30 tahun atau mereka yang punya masalah kulit yang sangat mengganggu. Rejuvenating pada dasarnya adalah upaya untuk menjadikan kulit lebih baik, lebih khususnya, menjadikan kulit tampak lebih muda, kenyal, sehat, dan bebas masalah.

Dengan meledaknya popularitas Korean skin care, muncul beberapa jenis produk skin care yang sebelumnya tidak muncul di kamus kecantikan ala Barat. Meskipun tujuan utamanya menurut gue, sebenarnya sami mawon, alias untuk rejuvenation.

Serum

Serum telah dikenal lebih luas dan lebih dahulu. Sediaan ini memiliki konsistensi lebih kental dari toner, namun lebih encer dibandingkan pelembap yang umumnya berbentuk krim atau lotion. Dari daya tahan, serum tidak menempel selama pelembap. Namun, bahan aktif yang menjadi komposisi serum, dibuat dalam konsentrasi yang lebih tinggi, sehingga harga serum menjadi lebih mahal daripada pelembap secara umum. Dr. Howard Murad (ya, dari merek skin care ternama itu), menyarankan untuk mencari bahan-bahan berikut dalam serum :

a) Antioksidan untuk menangkal radikal bebas dan kerusakan dari sinar UV matahari, misalnya ekstrak pomegranate, vitamin C, dan grape seed.

b) Anti-inflamasi untuk mengurangi kemerahan pada kulit, misalnya zink, arnica, aloe vera.

c) Pemberi hidrasi untuk melawan kekeringan kulit dan mempertahankan barrier yang menjaga kelembapan kulit, misalnya ceramides, asam amino, dan asam lemak esensial.

Dr. Murad juga menambahkan untuk menggunakan serum secukupnya saja. Penggunaan serum berlebihan atau tidak sesuai jenis kulit dapat mengakibatkan iritasi kulit.


Essence

Teknologi terkini dunia kecantikan, menciptakan terobosan baru dalam perawatan kulit. Jika sebelumnya, setelah toner dan sebelum pelembap, biasanya diaplikasikan serum, kini muncul semacam produk hybrid antara toner dan serum. Produk ini biasa disebut essence. Karena urutan dasar skin care didasarkan pada dari yang paling cair hingga terkental, maka essence yang lebih encer dari serum ini, digunakan setelah toner. Dari bahan-bahan yang terkandung, isi essence pun tidak terkonsentrasi tinggi sepeti halnya serum.

Charlotte Cho, co founder dari Soko Glam dengan yakin menyatakan bahwa essence is the heart of Korean skin care. Penggunaan essence ini dipandang sebagai langkah penting untuk memastikan kulit dapat teregenerasi dengan optimal dan meningkatkan efektivitas serum. Cukup gunakan jari-jemari dalam menggunakan essence pada wajah.


Ampoules

Makhluk apa lagi ini? Well, sebenarnya bisa dibilang ampoules adalah super serum alias serum dengan konsentrasi sangat tinggi. Fungsi dasarnya pun sama saja. Seperti halnya serum, ampoules tidak perlu digunakan ke seluruh wajah. Cukup totolkan dan ratakan pada bagian wajah yang bermasalah saja. Urutan pemakaiannya disarankan dilakukan setelah toning dan sebelum essence. Untuk melihat hasil nyata dari serum dan ampoules, berikan waktu setidaknya satu bulan dengan pemakaian yang teratur dan konsisten.


Face oil

Kegunaan face oil pun tak berbeda jauh dari serum. Perbedaannya, serum secara umum dibuat berbasis air. Molekul serum yang berbasis air ini lebih kecil sehingga lebih mudah berpenetrasi ke dalam lapisan kulit. Sedangkan, face oil memiliki molekul lebih besar. Efeknya, krim pelembap yang dipakai pada wajah akan tahan lebih lama dan kelembapan kulit pun akan lebih awet. Urutan pemakaian? Tentu saja serum berbasis air perlu digunakan lebih dahulu, barulah face oil, sebelum dilanjutkan dengan pelembap.

aging murad

pic from pinterest

Bingung dengan rangkaian produk ini? Nggak perlu khawatir. Pilih yang sesuai dengan masalah kulit dan tentu saja, masuk ke budget. Salah satu jenis yang cocok di kulit dan dipakai secara rutin serta sesuai aturan, akan memberikan hasil yang baik ketimbang mencoba-coba banyak produk, namun malah mengundang masalah untuk kulit (dan isi dompet).

 

5. Moisturizing

Si kental yang satu ini adalah produk yang biasanya paling diingat oleh para pecinta skin care. Meskipun demikian, ternyata banyak kesalahan pemula yang kerap dilakukan saat menggunakan pelembap, di antaranya :

Jumlah per pemakaian

Sebuah anggapan yang salah kaprah, semakin banyak pelembap yang digunakan, maka semakin banyak nutrisi untuk kulit. Justru, pelembap yang digunakan dalam jumlah berlebihan, akan menyumbat pori-pori kulit dan mencetuskan jerawat. Dengan kekentalannya, pelembap seukuran koin receh sudah cukup untuk bekerja pada kulit wajah kita.

Cara pengaplikasian

Saking bersemangat, kita memijat kuat kulit wajah setelah mengoleskan pelembap. Padahal, tindakan ini bisa menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit. Gunakan teknik dab and pat alias menepuk dan meratakan lembut dengan jemari. Pakai jari yang terlemah seperti jari manis, untuk mendapatkan tekanan seminimal mungkin pada kulit. Tidak hanya diaplikasikan pada wajah, aplikasikan juga pelembap pada area leher dan dada bagian atas, dimana area ini cenderung berkeriput lebih dahulu. Lakukan gerakan menjauhi wajah ketika meratakan pelembap di bagian leher untuk “mengarahkan toksin dari limfa menjauh dari tubuh”

Tidak membiarkan pelembap meresap sempurna

Dikejar waktu, kita terburu-buru memulai rias wajah, padahal pelembap masih melekat lengket pada kulit. Berikanlah jeda waktu yang cukup hingga pelembap meresap sempurna sebelum memulai rias wajah, sehingga riasan wajah pun menempel sempurna, tidak seperti “topeng”. Biasanya, gue memberikan jeda dengan melakukan kegiatan lain, misalnya memilih pakaian atau mengoleskan body lotion.

Melewatkan area sekitar mata

Kita sering takut untuk memberikan pelembap pada area sekitar mata. Padahal, area ini sama pentingnya karena mata adalah jendela hati (eciyeh pujangga mode on). Cobalah untuk mengoleskan sedikit pelembap pada lingkaran bawah mata. Lebih disarankan jika menggunakan eye cream terpisah supaya lebih optimal hasilnya.

Pelembap apakah yang cocok dengan kulit kita?
Si kulit berminyak disarankan memilih krim yang ringan, dengan kandungan salicylic acid dan lactic glycolic yang memiliki efek exfoliating.
Si kulit kering perlu mencari krim yang lebih kental untuk penyerapan lebih optimal.
Si kulit kombinasi lebih baik mencari krim dengan kandungan asam serendah mungkin.

Jangan lupa, iklim pun berpengaruh terhadap tipe kulit. Gue sendiri merasakan, waktu tinggal di Bekasi, kulit gue jadi super berminyak dan cepet banget kotor. Begitu pindah di Bandung, terasa kulit gue nggak seberminyak dulu. Ditambah lagi, gue nggak terlalu banyak berkeringat karena dulu aktif bekerja ya.

Lebih pas lagi, kalau kita benar-benar tahu persis jenis dan masalah kulit. Caranya, bisa dengan mengikuti Skin Type Quiz seperti dari Rene Rouleau (skin expert terkemuka) ini. Ternyata, tidak hanya tipe kulit yang perlu diketahui, namun juga masalah utama yang dihadapi kulit kita.

Kemudian, sangatlah perlu untuk memiliki pelembap terpisah untuk siang dan malam hari.

Pelembap siang, ditujukan untuk membantu melindungi kulit dari terpaan sinar matahari dan udara luar yang penuh radikal bebas. Oleh karena itu, biasanya pelembap siang telah dilengkapi oleh tabir surya, walaupun tetap saja kita butuh tabir surya terpisah untuk memastikan kulit mendapatkan perlindungan optimal. Teksturnya pun lebih ringan dari pelembap malam, untuk menghindarkan kulit menjadi berminyak, karena besar kemungkinan kita akan berkeringat dalam beraktivitas.

Pelembap malam dibuat dengan tekstur kental, supaya dapat menempel lebih lama (sepanjang jam tidur kita). Kandungannya pun diarahkan untuk regenerasi kulit, termasuk anti penuaan dini. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan pelembap siang di malam hari karena tindakan ini sia-sia belaka, mengingat tujuan perawatan di siang hari dan malam hari tentu berbeda.

Perlu diingat pula, ada beberapa bahan yang disarankan untuk digunakan pada malam hari karena bahan ini menjadi sensitif jika terpapar sinar matahari. Sebut saja glycolic acid, hyaluronic acid, dan retinoid.

 

6. Sun Protection

Tinggal di negara tropis, menjadikan kita sasaran empuk sinar matahari yang menghasilkan radiasi sinar ultraviolet nan kejam pada kulit tersayang. Pada dasarnya, sinar UV matahari terdiri atas tiga jenis spektrum, yaitu UVA, UVB, dan UVC. Yang perlu diwaspadai adalah UVA yang akan menyebabkan penuaan dini dan UVB si penyebab sunburn. Keduanya juga menjadi pencetus kanker kulit yang menyeramkan. Pancaran UV ini terpapar kuat pada pukul 10.00 hingga 16.00, jadi kita sangat memerlukan perlindungan ampuh untuk kulit, termasuk kulit wajah.

Sering dengar kata SPF atau membacanya pada label produk? Sun Protection Factor (SPF) ini merupakan indikator perlindungan terhadap sinar UV. Derajatnya dituliskan dengan angka, biasanya yang banyak digunakan adalah 15, 30, 50, dan 100. SPF 30, misalnya, menunjukkan bahwa dalam pemakaian selama 30 menit, maka kita akan terpapar UV selama 1 menit. Semakin tinggi angka SPF, berarti semakin lama perlindungan terhadap kulit. Sayangnya, kesempurnaan tetap milik Sang Pencipta. Efektivitas dari SPF pun sebenarnya tidak ada yang mencapai 100 persen. Untuk perbandingan, SPF 15 mampu memfilter 93% sinar UV, SPF 30 di angka 97%, SPF 50 sebesar 98%, dan SPF 100 sebanyak 99%.

Sunscreen sendiri dikategorikan menjadi dua, physical sunscreen dan chemical sunscreen. Keduanya memiliki pro dan kontra tersendiri.

Physical sunscreen atau disebut juga tabir surya mineral biasanya mengandung mineral-mineral seperti titanium dioksida dan zink oksida. Cara kerjanya, ia langsung menangkis sinar UV dan membiaskannya ke arah lain. Konsistensinya lebih tinggi alias lebih kental dan mampu melindungi langsung (tidak perlu didiamkan terlebih dahulu). Bahan-bahannya lebih friendly untuk yang acne prone karena cenderung tidak menyumbat pori-pori. Kelemahannya, produk ini mudah terhapus dan kurang nyaman dalam penggunaannya.

Chemical sunscreen mengandung senyawa organik, seperti oxybenzone, octinoxate, octisalate, dan avobenzone. Cara kerjanya, ia mengubah sinar UV yang terpapar ke kulit menjadi panas. Produk ini lebih encer dan tahan lama pada kulit ketimbang physical sunscreen, selain dapat ditambahkan bahan-bahan lain yang bersahabat bagi kulit. Sayang, produk ini cenderung menyumbat pori-pori. Khususnya jika SPFnya semakin tinggi. Pemakaiannya pun butuh 15-20 menit didiamkan terlebih dahulu untuk membiarkannya meresap.

 

 7. Extra treatment

Perawatan ekstra yang akan gue bahas adalah masker wajah. Sekarang, muncul dua jenis masker, yatu masker oles dan masker lembaran (sheet mask). Pada dasarnya, disarankan untuk tidak terpaku pada 1 jenis masker saja. Gunakan setidaknya dua jenis masker, yaitu untuk eksfoliasi dan melembapkan atau hidrasi. Masker eksfoliasi biasanya membuat kulit menjadi kering, itulah mengapa kita perlu masker hidrasi untuk mengembalikan kelembapan kulit yang hilang.

Untuk masker oles, pastikan jemari dan tangan kita dalam keadaan bersih. Simpan pula produk masker di tempat yang sejuk dan kering. Hindari menyimpan kemasan begitu saja di kamar mandi dan terpapar air, karena kondisi lembap ini bisa menyebabkan tumbuhnya bakteri.

Masker lembaran (sheet mask) yang populer berkat Korean skin care, menawarkan terobosan menggunakan masker dengan praktis. Isinya pun biasanya dilengkapi dengan essence kaya zat pelembap sehingga lebih banyak berfungsi sebagai hydrating mask. Akan tetapi, bagi mereka yang berkulit berminyak dan acne prone harus ekstra hati-hati dalam menggunakan sheet mask. Proses yang terjadi pada cara kerja sheet mask berefek samping meningkatkan suhu kulit wajah sehingga kulit rentan ditumbuhi bakteri penyebab jerawat. Sebaiknya, untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat, tes dulu penggunaan sheet mask dengan menempelkannya pada bagian wajah tertentu (tidak ke seluruh wajah), misalnya bagian pipi saja. Lihat reaksi selama 1-2 hari, jika timbul jerawat atau iritasi, berarti sheet mask ini belum jodoh sama kita.

 

 

TADAAA!
Akhirnya, post yang puanjang uamat ini selesai juga. Walaupun gue nggak jelasin detail tentang all about skincare (ntar jadi diktat kuliah dong!), semoga pengetahuan dasar tentang skin care ini membawa pencerahan tentang bagaimana memilih skin care yang tepat dan rutinitas mana yang wajib, mana yang tambahan.

proud daughter demonstrating her tattoo

pic taken from quotesgram

Sekali lagi, gue nggak bosan ingetin supaya cerdas dan cermat memilih produk. Lakukan rutinitas ini dengan konsisten, lakukan gaya hidup sehat juga untuk hasil optimal, karena kecantikan alami tahan lama bukanlah produk instan yang semudah mengklik aplikasi Beauty Plus di HP 🙂

Tentang skin care routine yang gue lakukan akhir-akhir ini, akan dibahas di post mendatang yaaaa!

 

 

 

#ODOP2017 #week14 #post19

Advertisements

One thought on “Skin Care 101 – Rejuvenating, Moisturizing, Sun Protection and Extra Treatment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s