Skin Care 101 – Cleansing, Exfoliating, Toning

MY SKINCARE ROUTINE 2 tinypng

Di post sebelumnya, gue udah bocorin apa aja 10 langkah perawatan kulit ala Korea. Nah, untuk mempermudah bahasan, gue sendiri memilah-milah skin care routines berdasarkan klasifikasi dari bloggermama tikabanget, yang gue udah share di post sebelumnya.

Di post ini, gue akan bahas 3 steps berikut :

1.  Double cleansing
2. Exfoliating
3. Toning

Gue mencoba cari sumber-sumber informasi yang gue tulis di sini (beberapa gue tautkan juga ke situs sumber). Pada dasarnya, hal-hal ini sifatnya mendasar dan simak ternyata ada beberapa fakta yang selama ini kita sering nggak perhatikan benar-benar atau malah salah kaprah.

 

1. Pembersihan ganda (double cleansing)

Ini hukumnya wajib untuk mendapatkan awal kulit kinclong. Banyak orang yang melewatkan proses ini, padahal ini adalah garis start yang menentukan.

Pembersih pertama, gunakan pembersih berbahan dasar minyak (oil-based cleanser). Bentuknya bisa macam-macam. Yang paling umum adalah susu pembersih (cleansing milk). Kini, ada juga cleansing oil, baik dalam bentuk cairan maupun tisu pembersih wajah.

Nggak sedikit orang yang berpendapat, make-up remover, udah cukup ampuh untuk membersihkan riasan wajah. Apalagi kemunculan micellar water, yang less oily membuat proses pembersihan terasa lebih gampang. Micellar water paling oke dipakai untuk kulit kering dan sensitif, karena formulanya bebas alkohol. Namun, untuk kulit berminyak, terasa tidak sempurna mengangkat kotoran.

Gue pribadi menyarankan untuk menggunakan keduanya, dual phase make-up remover atau micellar water di awal untuk mengangkat riasan-riasan yang sulit terangkat, seperti area bibir dan mata. Baru lanjutkan dengan oil-based cleanser. Apalagi kalau kotorannya membandel, seperti daki Ibukota hasil terpaan sejam duduk di ojek atau nangkring di angkot penuh sesak. Berasa ada gundukan kotoran melekat mesra pada wajah, deh!

Pembersih berdasar minyak dipakai duluan karena kotoran membandel ini berbasis minyak (salah satunya karena bercampur dengan minyak wajah pula). Dibutuhkan pembersih dengan basis yang sama untuk mengangkatnya, dimana minyak dari pembersih akan mengikat erat si molekul-molekul minyak kotoran. Pembersih berbasis air nggak efektif kerjanya jika langsung dipakai untuk membersihkan kotoran membandel  ini.

Takut kulit makin berminyak kalau pakai oil-based cleanser? Nggak perlu cemas. Oil-based cleanser udah diformulasikan supaya nantinya gampang dibersihkan dengan air dan water-based cleanser. Justru, kalau kita melewatkan penggunaan oil-based cleanser ini, kotoran akan menyumbat pori-pori kulit, menyebarkan bakteri, dan say hello to acnes!

Masuk ke pembersih kedua, yaitu water-based cleanser. Nah, ada beberapa catatan penting yang perlu kita ingat saat memilih water-based cleanser.

Pilih produk sesuai jenis kulit dan masalah yang sering dihadapi kulit. Untuk kulit kering, hindari produk berkadar alkohol tinggi. Produk ber-pH rendah lebih cocok untuk kulit berminyak karena lebih mudah untuk menghilangkan minyak berlebih. Si kulit sensitif perlu menghindari produk dengan kandungan kimia tinggi, biasanya dilihat dari pewangi dan pencerah kulit.

Penggunaan water-based cleanser pun tidak perlu dalam kuantitas banyak, karena proses pembersihan sudah banyak dilakukan oleh oil-based cleanser. Pembersihan tahap kedua ini difokuskan untuk mengangkat sisa pembersih pertama yang masih menempel pada kulit dan sisa kotoran yang belum sepenuhnya terangkat.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan saat mencuci muka?

Gunakan air bersuhu suam kuku, yang tidak jauh dari suhu normal tubuh supaya kulit tidak teriritasi atau “kaget” terhadap temperatur ekstrem.
Saat mengeringkan wajah yang basah, cukup tepuk dengan handuk halus yang bersih.
Perhatikan bagian garis rambut, leher, dan sisi hidung, karena bagian-bagian ini kerap tak terbersihkan sempurna sehingga menyebabkan masalah kulit nantinya.
Mencuci muka, idealnya cukup dilakukan 2 kali, yaitu ketika pagi hari dan sebelum tidur. Terlalu sering mencuci muka malah akan menghilangkan barrier alami dan kelembapan kulit.

2. Eksfoliasi (exfoliation)

Tidak semua kotoran dapat terangkat sempurna dengan cleanser. Selain itu, lapisan kulit terus menerus mengalami regenerasi, dimana ada lapisan kulit yang mati dan berganti dengan yang baru. Di sinilah kita perlu melakukan proses eksfoliasi untuk mengangkat lapisan kulit yang mati dan kotoran membandel yang masih menempel di lapisan kulit tersebut. Dengan proses eksoliasi, ibaratnya kita melapisi dinding wajah dengan semen, sebelum nanti mengecatnya dengan produk-produk make-up.  Kulit yang dieksfoliasi secara tepat pun akan mempermudah penyerapan produk-produk perawatan wajah, mulai dari serum hingga obat jerawat. Produk eksfoliasi yang biasa digunakan, bisa gue kelompokkan menjadi dua.

Pertama, physical exfoliator, dengan contoh produk scrub yang banyak beredar di pasaran. Jenis eksfoliasi ini memang memberikan hasil yang cepat terasa segar, lebih bersih, dan tampak mulus. Namun, hati-hati saat melakukan pemijatan wajah di proses scrubbing dan cukup lakukan 1 kali seminggu saja. Pemijatan terlalu keras dan scrubbing yang terlalu sering akan membuat kulit teriritasi. Sel-sel kulit yang sehat pun dapat ikut terangkat dan kulit bisa kehilangan pelindungnya, yaitu minyak pada lapisan kulit.

Kedua, yang kini mulai populer, adalah chemical exfoliator. Di pasaran, seringkali disebut juga exfoliating toner, karena bentuknya yang (kebanyakan) berupa cairan. Selain toner, muncul juga dalam bentuk cleanser, serum, bahkan pelembap. Pada dasarnya, eksfoliator kimiawi adalah asam lembut dalam persentase rendah. Asam yang biasa digunakan adalah Alpha Hydroxy Acid (AHA) dan Beta Hydroxy Acid (BHA).

AHA ditujukan untuk kulit normal dan sensitif, atau memiliki masalah kulit yang berkaitan dengan paparan sinar matahari serta hiperpigmentasi. Cukup lihat label, temukan bahan asam laktat lactic acid atau glycolic acid untuk menentukan produk tersebut mengandung AHA.

BHA ditujukan untuk kulit berminyak dan berjerawat, dengan BHA yang paling populer adalah asam salisilat (salicyclic acid). BHA akan membantu menangani masalah komedo, pori-pori besar, dan tentu saja, jerawat.

Chemical exfoliator memang tidak memberikan hasil secepat physical exfoliator, namun risiko iritasi yang ditimbulkan lebih kecil. Selain itu, chemical exfoliator dapat memberikan manfaat lain, seperti merangsang pembentukan kolagen, mengurangi penampakan keriput, mengencangkan, dan mencerahkan kulit. Gunakan chemical exfoliator di malam hari, karena produk acid exfoliator akan meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari hingga 45 persen dan proses perbaikan pada kulit akan berlangsung lebih efektif ketika tidur malam.

Beda jenis kulit, beda cara eksfoliasinya pula. 1-2 kali seminggu sebenarnya sudah cukup untuk menjadi jadwal eksfoliasi, karena over-exfoliation tentu membawa dampak negatif untuk kulit.

3. Pemakaian penyegar (toner)

Cairan yang satu ini memiliki banyak tujuan, sehingga aneka produk dibuat untuk memenuhi 1-2 tujuan. Jenis toner yang umum beredar di pasaran saat ini adalah :

** Hydrating toner

Satu hal yang jelas berbeda, kulit kering dan kulit terdehidrasi. Kulit kering adalah pertanda kekurangan minyak, dimana salah satunya terjadi karena penuaan. Semakin tua, lapisan lemak pada kulit menghilang dan runtuhlah barrier pada kulit. Sedangkan, kulit yang mengalami dehidrasi berarti kekurangan air. Untuk mengikat kelembapan pada lapisan kulit dan menjadikannya tidak terdehidrasi, hydrating toner dilengkapi dengan bahan humektan. Beberapa humektan yang populer di antaranya adalah hyaluronic acid (sodium hyaluronic), sodium PCA, propilen glikol, butilem glikol, gliserin, ekstrak algae, dan lain-lain. Selain menjaga hidrasi kulit, umumnya hydrating toner juga membantu kulit kembali kepada pH bersahabat, yaitu sekitar 4.5 sampai 5.5.

Kebanyakan facial wash atau water-based cleanser akan menjadikan kulit bersifat lebih basa (karena kandungan pembersih dibuat ke arah pH basa untuk dapat membersihkan kotoran atau minyak). Sementara, jika kulit tidak berada dalam rentang pH bersahabat, ia akan lebih rentan diserang atau ditumbuhi bakteri penyebab jerawat.

** Astringent toner

Toner jenis ini biasanya ditujukan untuk kulit berminyak dan berjerawat. Astringent terkadang dipisahkan dari toner pada umumnya, karena kerjanya berkebalikan. Astringent justru membuat kulit lebih kering, meskipun kerja dasarnya adalah mengurangi minyak berlebih pada kulit. Selain itu astringent juga membantu mengeringkan jerawat dan membuat pori-pori lebih kecil. Astringent toner umumnya mengandung alkohol, namun kini banyak astringent menawarkan bahan witch hazel. Bahan ini dapat berfungsi sebagai astringent, namun tidak membuat kulit kering seperti alkohol.

Berbagai produk muncul di pasaran dengan aneka embel-embel toner, seperti hydrating, purifying, mattifying, pH-balancing, deep cleansing, calming and soothing, dan sebagainya. Sebagai konsumen, sebaiknya kita rajin membaca label produk, terutama bahan-bahan yang digunakan, untuk mengetahui efek apa saja yang akan diberikan oleh produk tersebut kepada kulit kita. Selain itu, toner pada hakikatnya berbentuk cairan jernih, bukan lotion, mengingat tujuan utamanya adalah memberikan pengikat air atau kelembapan kulit. Sedangkan, biasanya lotion memiliki pembawa minyak, walaupun tidak sekental krim.

Toner akan mempersiapkan kulit untuk dapat menyerap serum dan pelembap dengan lebih baik. Oleh karena itu, disarankan untuk segera mengaplikasikan toner pada wajah setelah mencuci muka. Kemudian, dalam keadaan masih lembap, segera pakai serum atau pelembap, sebelum kulit mengering supaya penetrasi serum dan pelembap lebih efektif.

beautiful skin

pic taken from pinterest

Apa yang gue sampaikan ini, pada dasarnya adalah hal-hal dasar dalam formulasi dan penggunaan produk skin care. Sekali lagi, sebagai konsumen, kita diminta untuk cermat dan cerdas dalam membeli serta menggunakan produk skin care supaya kita bisa mendapatkan manfaat optimalnya.

Di post selanjutnya, gue akan membahas steps produk penanganan masalah kulit, pelembap, dan tabir surya. Stay tune, folks!

 

 

 

#ODOP2017 #week14 #post18

Advertisements

One thought on “Skin Care 101 – Cleansing, Exfoliating, Toning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s