Berkenalan dengan Skin Care Routine

MY SKINCARE ROUTINES tinypng

Salah satu resolusi 2017 gue, termotivasi oleh rockamamas BC Rocktober-15 adalah menjadi #rockamamakinclong2017. Di usia 30-an (yak, kali ini jujur sama umur sebenernya haha), masalah kulit gue makin kompleks. Tadinya, gue termasuk yang (super) males merawat kulit. Alasannya beragam, mulai dari nggak ada waktu, ribet, sayang keluar uang untuk beli produk-produk skin care, pokoknya ngeles terus.

Sampai akhirnya gue tersadar melihat nyokap. Di usianya yang lewat kepala 6, kulit nyokap masih terlihat relatif kencang, dibandingkan beberapa ibu-ibu lain seusianya. Malah ada ibu-ibu yang lebih muda dari nyokap, tapi kelihatan sebaliknya. Was-was dong gue, takut suatu saat gue dikira neneknya AryoNara, bukan mamanya, duh… Males banget, kan?

Looking older than your real age is an eternal curse! *petir menyambar dan terdengar tawa menggelegar*

Ternyata, rockamamas tersayang juga punya pikiran serupa. Mempercantik diri juga salah satu cara bikin suami makin betah dan sayang, kan? Jadi, ini adalah investasi yang sangat menguntungkan dengan return berlipat-lipat.

Mulailah digelar banyak percakapan, diskusi, saling meracuni dengan review produk-produk skin care, berbagi informasi dan pengalaman tentang perawatan kulit, khususnya kulit wajah.

Menyimak pembicaraan, buat gue nggak cukup. Ilmu Farmasi gue pun udah banyak berkarat, jadilah gue mencari informasi di dunia maya tentang serba-serbi skin care. Karena apa yang ada di pasaran sekarang ini, produk-produk sudah sangat variatif, sampai muncul aneka istilah yang bikin pusing tujuh keliling sepuluh luas permukaan hehehe.

Yang paling hits saat ini adalah rangkaian 10 langkah perawatan atau disebut juga Korean 10-step Skincare Routine, yang konon dipopulerkan oleh para ciwik koriya yang mukanya bikin nyamuk pun kepleset dan terguling-guling macam film Warkop. Diambil dari Soko Glam, 10 langkah perawatan kulit ala Korea terdiri atas :

  1. Make-up remover dan pembersih dengan pembawa minyak (oil-based cleanser)
  2. Pembersih dengan pembawa air (water-based cleanser)
  3. Eksfoliasi (exfoliation)
  4. Penyegar (toners)
  5. Essence (gabungan toner dan serum)
  6. Serum, boosters, ampoules
  7. Sheet masks
  8. Krim mata (eye cream)
  9. Pelembap wajah (moisturizer)
  10. Tabir surya (sun protection)

 

ALAMAK JANG! BANYAK KALI! #merindingdisko

Tenang mbakziz, jeng, eceu, nona manis. Nggak semua ini harus dilakukan dalam 1 hari, ada yang cukup dilakukan 1-2 kali seminggu. Produknya pun nggak melulu harus berharga ratusan ribu atau jut-jut-sampe benjut. Supaya lebih jelas, gue jabarin satu-satu, ya. Dengan sedikit ilmu pula, supaya kita bisa jadi pembelanja cerdas yang nggak asal kemakan iklan atau keracunan tanpa penangkal.

Untungnya, seorang bloggermama keren, tikabanget, dengan baik hati, tidak sombong, dan berbudi luhur, bikin infografis skin care routine steps yang gampang banget dimengerti seperti ini :

WhatsApp Image 2017-03-29 at 15.43.36

pic courtesy of @tikabanget on Instagram

 

Routines yang dijabarkan di infografis di atas, menurut gue, udah cukup simpel dan jelas menegaskan, mana perawatan yang sifatnya wajib dan mana yang bisa menjadi tambahan saat yang wajib sudah dijalankan dengan konsisten.

Nah, setelah gue baca sana-sini, merenung, menimbang, merapalkan doa terjauh dari godaan keracunan, gue memutuskan untuk bikin aturan dasar menjalankan rutinitas perawatan kulit ini. Apa saja rambu-rambunya?

1. Kenali dulu kulit kita

Sebelum sayang-sayangan, bagusnya kita kenalan dulu dong sama yang bakal disayangin. Kulit setiap orang beda-beda. Ya tipenya, ya masalahnya. Tujuan kita melakukan skin care routines adalah memberikan solusi untuk masalah kulit dan menjaga kulit sehat melalui perawatan yang tepat sasaran. Berat ya, bahasanya bhihihik! Dengan tahu apa tipe dan masalah kulit, kita bisa memilih produk dengan kandungan bahan yang bisa menuntaskan masalah kulit kita dan di sisi lain, juga menghindari bahan-bahan yang akan memperparah masalah kulit itu sendiri.
Contoh ya, kulit gue yang berminyak dan rentan berjerawat (acne-prone and oily skin). Pastinya gue akan mengutamakan produk yang menghambat pertumbuhan jerawat, membantu mengurangi peradangan jerawat, dan menipiskan noda bekas jerawat pada kulit. Bahannya pun diutamakan yang tidak membuat kulit semakin berminyak dan non-comedogenic.
Find the solution, not adding more mess to your beloved skin!

 

2. Menjadi pembeli yang cerdas dan cermat

Nah, ini pe-er besar emak-emak yang sulit berkata TIDAK sama godaan. Entah itu racunan dari temen, liat vlog atau blog para influencers dan beauty bloggers, atau tulisan gede-gede SALE UP TO 70% di gerai kecantikan ternama. Mungkin ya, kalau gue nggak gampang ditimpa musibah jerawat dan punya limit CC guede buanget, pastilah gue udah coba-coba segala macem produk skin care. Lokal, impor, dari yang merek kenamaan sampai produk yang namanya masih asing di kuping.
Sebenarnya, sih, kalau memang punya dana berlebih untuk beli produk mahal, monggo. Concern gue lebih karena melihat banyak emak “latah” yang sebenernya asal coba-coba aja, tanpa pertimbangan bijaksana. Salah satu sisi negatifnya, para emak latah ini juga males membaca. Entah itu cari informasi dulu, apakah produk ini benar-benar diperlukan? Kandungannya apa aja, bahan-bahannya akan memberikan efek seperti apa, dan sebagainya.
Ada beberapa emak yang lebih cerdik, mereka beli trial size dulu. Harganya lebih bersahabat dan bisa dipakai untuk cek ombak, sebelum memutuskan beli ukuran regulernya. Ini bisa jadi alternatif, ketimbang beli ukuran besar, nggak cocok dan berakhir di lapak preloved.
Sekali lagi, nggak selalu produk impor itu lebih unggul dari produk lokal dan yang mahal pasti jadi jaminan untuk memberikan kualitas hasil nomor satu. Gue sendiri lebih menyarankan, carilah produk yang diformulasikan khusus untuk kulit orang Asia. Lebih bagus lagi, kalau produknya memang untuk orang Indonesia, sudah teruji secara dermatologis, dan memenuhi syarat lainnya (misalnya, untuk umat Muslim, produk yang halal).
Pada akhirnya, segala sesuatu yang berlebihan itu lebih baik dihindari. Seperti menumpuk berbagai merek skin care yang dipakai tanpa batasan yang jelas, misalnya punya pelembap sampai lebih dari 3 macam, berganti-ganti penyegar dalam jangka waktu pendek, mengingat risiko tak terukur seperti ini bakal menjadi sumber masalah kulit baru.

3. Sadari kondisi khusus

Sedang hamil, menyusui, atau dalam pengobatan penyakit tertentu? Ini adalah lampu kuning saat memilih rangkaian skin care. Amannya, konsultasikan dengan dokter kandungan dan dokter kulit, jika ada keinginan untuk melakukan perawatan lengkap. Di beberapa sumber daring, seperti Babycenter, ada artikel-artikel yang memuat bahan-bahan yang mengandung peringatan atau yang sama sekali dilarang untuk digunakan oleh ibu hamil. Sekali lagi, mulailah rajin membaca label bahan-bahan pada setiap produk dan carilah informasi apakah fungsi dari bahan-bahan tersebut.

Nah, setelah tahu aturan dasarnya, gue akan lanjutkan di post berikutnya, tentang hal-hal dasar yang perlu diketahui di skin care routines. Termasuk, beberapa fakta mengejutkan yang selama ini kita sering salah kaprah terhadapnya.

Jalan menuju kekinclongan memang berliku, namun dengan bekal pengetahuan dan keteguhan hati, ini bukan hil yang mustahal buat dicapai!

#ODOP2017 #week13 #post17

Advertisements

2 thoughts on “Berkenalan dengan Skin Care Routine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s