Diswap Penulisan Artikel – Tanya Jawab

“Imbangi opini dengan informasi yang kredibel, supaya artikel ada 'isinya'.”

Setelah menyampaikan materi penulisan artikel di Diswap, barulah forum tanya jawab dibuka. Seneng banget liat antusiasme temen-temen penulis di grup SMANSA ini. Terlihat adanya semangat dan niat untuk belajar. Itu modal penting seorang penulis, selalu terbuka dengan ilmu dan ide baru.

Apa aja pertanyaan-pertanyaan yang muncul? Simak resumenya berikut ini. Seperti biasa, pertanyaan-pertanyaan ini gue kelompokkan menurut temanya (bukan urutan munculnya pertanyaan) dan diedit supaya mudah dipahami isinya.

#####

PENULISAN ARTIKEL

Q : Bagaimana awalnya bisa mengirim artikel? Apakah sebelumnya menulis di lain tempat dulu?

A :  Karir pertama saya di dunia penulisan online, awalnya karena saya coba buat tulisan untuk web pariwisata Bandung. Kebetulan ada temen kerja di situ. Untuk keluarga.com juga, saya dapat info lowongan dari orang dalam. Semuanya melalui tahap seleksi juga, dengan mengirimkan sampel artikel kepada chief editornya.

Q : Artikel yang baik itu seperti apa?

A : Artikel yang baik, menurut saya ciri-cirinya seperti ini :

  1. Menyampaikan sesuatu yang bermanfaat
  2. Gaya penulisan tidak membosankan
  3. Karya asli, bukan plagiat
  4. Mencantumkan sumber2, jadi bukan “asbun”, ada keterangan dapat informasi darimana, diutamakan sumbernya kredibel
  5. Enak dibaca (ini urusan teknis dan tata bahasa)

 

Q : Untuk  menulis  artikel  tentu  dibutuhkan  banyak  referesi  dan  pendapat  pribadi  juga. Berapa  porsi  masing-masing? Apakah  harus  seimbang?

A : Ini tergantung jenis artikelnya seperti apa. Artikel news, feature, naratif tentu berbeda porsinya karena gaya penulisannya berbeda.

Jika fokusnya ke news, sebisa mungkin tidak menyelipkan opini supaya obyektif.
Untuk feature, porsi opini bisa masuk, namun masih berat di informasi.
Untuk naratif, opininya bisa lebih besar porsinya daripada informasi. Namun, tetap harus ada informasi dengan sumbernya. Jadi, kita beropini punya dasar yang kuat. Pembaca akan lebih yakin kebenaran artikel kita.

Q : Kalau  full  pendapat  pribadi, apakah  dapat disebut sebagai  artikel?

A : Hmmm.. kalo saya pribadi, nyebutnya ini lebih ke curcol ya. Karena yang naratif pun pasti ada informasinya, yaitu menceritakan pengalaman pribadi.

Sekali lagi, pembaca akan lebih tertarik mencari tulisan yang memberikan manfaat bagi dirinya. Kalo isinya cuma isi hati orang lain, tanpa ada informasi yang bisa dipetik jadi manfaat, biasanya akhirnya nggak menarik minat pembaca.

Imbangi opini dengan informasi kredibel, supaya artikel ada “isi”nya 🙂

Q : Kalau dari materi Teteh, ada beberapa jenis artikel.  Mana yang jadi pilihan utama Teteh?

A : Saya menulis tergantung forumnya. Kalo untuk pekerjaan, saya akan mengikuti ketentuan dari klien/employer. Untuk web wisata dan keluarga.com, jatuhnya ke feature karena tujuan utama untuk menyampaikan informasi. Untuk di blog, saya lebih suka naratif, supaya lebih santai.

Q : Jadi, artikel di media itu memang murni permintaan dari media yang mau kita masuki ya? Lalu bagaimana mencari sumber idenya?

A : Kalau di keluarga.com, saya sudah terima topik/judul dari editor. Pengembangannya, saya browsing sumber-sumber, baca minimal 5 artikel dari sumber berbeda dan saya coba ambil benang merah plus poin-poinnya. Saya juga suka lempar polling ke grup WA, sambil cari respons dan tambahan ide.
#####

SUMBER ARTIKEL

Q : Idealnya, menulis artikel harus memasukan sumber yag jelas. Bagaimana jika terjadi seperti pengalamana saya ini? Banyak mahasiswa saya yang memasukkan artikel untuk sumber tugas makalah mereka. Setelah dikroscek, isi artikel tersebut, lebih banyak pendapat pribadi dari si penulis dan kurang sinkron dengan evidence-based.

Kemudian, saya juga sering ragu untuk menulis artikel tentang kesehatan. Karena,  saat kita masukkan opini pun, harus ada evidence basednya. Kendala saya, ketika memasukkan informasi dari literatur dalam jumlah besar (misal 70% ), apakah tulisan kita tidak terancam plagiarisme?

A : Untuk kesahihan sumber, itulah mengapa kita harus pilih sumber yang kredibel. Saya pribadi punya beberapa sumber utama untuk artikel kesehatan, misalnya webmd, mayo clinic, baby center, dll.

Sejauh ini saya masih pilih sumber dari luar negeri karena penulisan mereka lebih rapi, mencantumkan sumber referensi, bahkan untuk sumber jurnal pun, mereka tautkan link jurnalnya (walaupun abstrak saja) ke dalam artikel.

Untuk menghindari plagiat, itulah mengapa kita perlu menyebutkan sumber, menautkan link, supaya pembaca tahu darimana asal informasi. Kita perlu belajar paraphrasing alias menuliskan kembali kalimat-kalimat dari sumber ke dalam pembahasaan lain.

Oleh sebab itu, lebih baik sumber jangan 1-2 saja. Saya seringkali mencantumkan sumber lebih dari 3.

Q : Berarti boleh aja, misal kita ambil dari satu sumber lalu kita gunakan bahasa kita ya? Apakah tetap cantumkan sumber?

A : Mencantumkan sumber itu penting, ini yang sering terlupakan sama penulis.

Oya, kalau sudah ditaruh linknya di 1 tempat, link yang sama nggak perlu diulang taruh lagi di tempat berbeda ya, hehehe, bisi lupa. Sering-sering baca contoh artikel-artikel dan latihan, ntar pasti bisa!

Q : Biasanya  saya mengambil beberapa sumber  via  googling,  trus  diselipin  opini  pribadi. Bagaimana cara penulisannya? Apakah  tetap  mencantumkan sumber link nya atau  misal  gini :

Menurut  Wikipedia,  ….

A : Dalam memasukkan sumber, nggak selalu harus disebutkan, menurut (….). Bisa juga kita masukkan ke dalam kalimat, lalu di salah satu kata atau bagian kalimat, kita insert linknya di situ. Tujuannya, supaya lebih smooth ketika dibaca.

#####

TENTANG BLOGGING

Q : Media apa yang bagus untuk menulis artikel?

A : Untuk awal, pilih media apa aja yang paling nyaman buat nulis. Baru nanti meningkat ke media nulis yang gampang ditracking. Blog sering dipilih karena di blog, kita bisa leluasa nulis lebih panjang dan banyak fitur tambahan, misalnya memasukkan foto/gambar dengan banyak, menyisipkan link/tautan ke sumber, pokoknya banyak printilan dalam 1 post. Blog yang populer ada WordPress, Blogspot, dan Tumblr.

Kalo merasa blogging sulit karena ribet, coba belajar dari online tutorial. Antara WordPress, Blogspot, Tumblr, yang paling simpel itu Tumblr (tapi memang terbatas sih fiturnya), WordPress juga nggak terlalu sulit.

Blogging sekarang bisa via aplikasi HP. Untuk sekadar post tulisan dengan gambar sedikit, pake apps di HP sangat mungkin dilakukan.

Q : Bagaimana caranya blogging menggunakan HP?

A : Untuk langkah awal, memang harus buat blognya dari laptop/PC dulu. Buat akun, pilih blog theme, dan mempercantik tampilan. Selanjutnya download apps di HP, dikoneksikan dengan akun blognya, langsung bisa posting deh!

Kalo di WordPress, bisa disambungkan juga ke FB, Path. Jadi, otomatis post kita saat tayang perdana akan muncul di FB dan Path, beserta linknya.

Q :  Bagaimana cara  meningkatkan pembaca blog?

A: Rajin share link artikel, bisa via medsos pribadi atau gabung ke grup-grup maya. Trus, rajin blogwalking juga. Kalo mau cepet dapet pembaca, rajin komen (dan taruh link blog kita di komen) di blog-blog yang pembacanya udah banyak.

#####

TIPS DAN TRIK MENULIS

Q : Saya punya 2 anak, usia 6 tahun dan 4 bulan. Suka susah bagi waktu buat nulis. Kapan waktu yang bagus untuk menulis?

A : Waktu yang bagus untuk nulis adalah…. saat ada kesempatan dan kepala nggak mumet hehehe. Kapanpun bisa, sekarang udah ada smartphone, draft dulu di notes sebisanya, Nanti ada waktu lanjutkan lagi. Atau, buat kerangka dulu, nanti ada kesempatan baru diketik.

Saya merasa paling enak itu pas menjelang subuh atau pagi hari. Bangun lebih awal 30-60 menit di pagi hari, nyempetin nulis dikit, walaupun dipublishnya ntar.

Q : Bagaimana trik menulis artikel tentang review tempat makan atau wisata, supaya enak dibaca?

A :  Saya biasanya baca dulu review-review orang lain, cari sudut pandang berbeda. Kemudian, saya mencoba jujur, tapi tetep sopan saat nulis (misalnya ada yang mengecewakan, pembahasaannya tetep santun). Untuk review, kekuatan gambar berperan besar, jadi sediakan foto yang oke sebagai penunjang artikel.  Pembaca biasanya selain mencari informasi, juga mencari pengalaman kita yang tulus (bukan pesen-pesen sponsor). Jadi, menulislah dari hati 🙂

Q : Bagaimana ya mengatasi rasa nggak pede saat menulis? Kadang saya minder kalo mau nulis, banyak ketakutan muncul. Takut tulisan saya ngga enak dibaca, ada yang nggak berkenan, semacam itu.

Saya pernah menulis artikel untuk sebuah situs dan tulisan itu sempet viral, sampai saya diminta jadi kontributor. Namun, di tulisan kedua, tulisan saya dibilang kurang fokus sama editornya. Saya langsung down dan buntu mau nulis lagi. Tulisan pertama itu, sebenarnya banyak yang diedit dan diperhalus sama editornya.  Jadi, permasalahan saya pada fokus tulisan dan gaya bahasa yang enak untuk dibaca. Itu yang membuat saya jadi minder. Bagaimana ya mengatasinya?

A : Usep-usep punggung dulu 🙂

Kalo kata D’masiv, jangan menyerah. Klise ya, tapi emang begini kenyataannya. Banyak editor bahasanya blak-blakan, saat mengkritik dan memberi masukan. Tapi pada akhirnya, itu untuk melatih mental baja seorang penulis.

Saya ngerti banget rasanya kecewa, dibilang nggak bagus saat kita udah jungkir balik coba menyajikan tulisan sepenuh hati. Namun, memang ternyata masukan seperti inilah yang akan memperbaiki diri kita dan membuat kita maju.

Saran dari saya :

  1. Minta pointers dari editor, dimana kekuatan dan kelemahan kita. Poles keduanya, kekuatan dimantapkan dan kelemahan diperbaiki.
  2. Rajin belajar teknik menulis, dengan banyak membaca, setorkan tulisan, minta pendapat orang yang kompeten untuk menilai.
  3. Lepaskan dan bebaskan, alias ketika menulis, turunkan ekspektasi. Jadi, kita nggak terlalu banyak berharap macem2. Ini yang akhirnya berhasil membuat saya lebih kebal baper. Karena saya nggak bertarget muluk-muluk di awal. Nantinya, target diri sendiri akan naik perlahan seiring dengan kemampuan dan lihat respons pembaca.

Semangat terus. Pasti bisa!

#####

 

Diskusi ini berlangsung hingga 1,5 jam, bener-bener nggak kerasa waktu berlalu! Menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman, adalah salah satu proses pembelajaran buat gue. Apalah arti ilmu-ilmu yang didapat, kalo nggak diamalkan dan dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Terima kasih buat temen-temen penulis di grup SMANSA. Semoga makin lancar menulis dan menghasilkan karya-karya berguna serta enak dibaca.

 

 

#ODOP2017 #week10 #post14

Advertisements

2 thoughts on “Diswap Penulisan Artikel – Tanya Jawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s