Tergoda Diskon : Mau Irit Malah Orot

When the going gets tough, the tough goes shopping.

Ungkapan yang benar-benar menohok gue, karena ini yang lagi hangat di kalangan mamah muda. Sale, diskonan, cuci gudang, whatever you call them. Godaan yang sama untuk menguras isi dompet, meminuskan saldo, dan mengantarkan deretan angka di tagihan kartu kredit.

d5afb421fdb83293d7854eeaa979d8eb

pic from pinterest

 

 

Artikel Psychology Today ini malah menyebutkan testimoni-testimoni para pelaku belanja yang memilih belanja sebagai bagian dari pengusir kegalauan alias retail therapy. Bahkan, online shopping atau belanja daring disebut sebagai mini mental vacation. Menyegarkan jiwa, mengentengkan kepala yang jangar (selain satu porsi bakso atau seblak pedas, kalo kasus gue ya hehehe).

Fenomena ini juga yang lagi “panas” di support group gue. Alkisah, bertebaranlah sale mainan dan sepatu di Jakarta, jeng jeng! *Freddy Krueger keluar mencabik dompet* Mulailah dilempar foto-foto barang-barang jahanam penggoda iman dan label harga yang membuat mata berkilau macem tokoh shoujo manga. Nggak hanya di grup WA, ternyata banyak juga yang bergerilya masuk ke grup-grup jastip alias jasa titipan obralan. Bayangin seekor domba mengembik lemah, dilemparkan ke mulut buaya-buaya ganas di sungai. Nah, kira-kira begitulah emak-emak liat barang diskon muahahahaha #hiperbola

916429122-Black-Friday-Shopping-Sayings-and-Quotes-1

pic from quotesgram

Padahal ya, kalo dipikir-pikir, belum tentu kita butuh barangnya. Atau, cukupkah dananya? Banyak yang kebawa adrenalin aja, asal booked, trus mangkir bayar. Atau, mendadak membatalkan, dengan berbagai alasan. Jastip ini juga yang memecah belah emak-emak sejagad Indonesia karena ternyata seseorang yang berpenampilan santun sekalipun, begitu liat barang diskon mendadak jadi kalap, serakah, mengambil jatah umat, ujung-ujungnya… ya disebelin deh sama buaya-buaya lain yang nggak kebagian daging domba.

Gue sendiri, untungnya masih ditampolin bolak-balik sama si hati nurani. Selain dana juga lagi kepake buat jualan baru (EHM!), keputusan paksuami untuk nggak memberikan gue kartu kredit suplemen (yang padahal udah jadi yaaak) adalah langkah tepat untuk bikin gue nggak asal kalap beli ini-itu nggak jelas juntrungannya.

Bukannya mau sok bijak, cuma mau ingetin aja lho, Jeng. Sebelum anak suami kurang gizi karena menu makan seadanya, gara-gara duit belanja abis disedot obralan dan jastip, yuk hayuk Sist, baca dulu kiatnya supaya selamat di tengah rimba diskonan dan sale jahanam.

1. Cek ricek budget
Tiap bulan, ikuti ilmu orang-orang tua dengan “mengamplopkan” anggaran belanja. Nggak perlu literally pake amplop sih, sekarang banyak aplikasi yang membantu kita untuk mengatur keuangan. Nah, utamakan belanja kebutuhan pokok keluarga, sebelum mulai belanja tersier alias rekreasi. Inget lho, kebutuhan tersier tetap pada tempatnya, ya. Nggak perlu jadi pembenaran, bilang “Ah, aku kan butuh ini, jadi ini kebutuhan, bukan keinginan.” TETOT!
Patuhin anggaran yang udah ditetapin. Kalopun ada keperluan mendadak untuk tergoda diskonan, ambil kelebihannya dari pos rekreasi atau hura-hura yang bisa disampingkan. Beli sepatu baru yang over budget, berarti siap rela sebulan nggak ngemall di akhir pekan. Bukan malah ngeganti menu di atas meja jadi beras kualitas rendah dan lauk yang ngenes, bikin kucing aja melengos ogah nyicipin.

2. Semedi dulu
Serangan terlalu bertubi-tubi? Cara paling manjur ya, disconnect yourself. Cari kegiatan lain yang bikin kita lupa sama serbuan diskon. Nggak masalah kalo lo menarik diri dulu sementara, melakukan hal-hal yang selama ini terlupakan. Quality time dengan anak-anak. Nongkrong di taman kota. Membaca lagi koleksi novel yang selama ini teronggok karena pemiliknya sibuk kepoin akun-akun hocip.
Nggak ikut belanja, tetep bikin kita bernapas dan hidup, kok. Find your inner peace. Setelahnya, akan ada manfaat yang bisa lo dapet, tanpa bikin suami misuh-misuh karena kapal keuangan oleng, Jenderal!

3. Stop ngeles dan bikin alasan
Ini yang berat dipungkiri, mencari pembenaran atas yang kita lakukan. Belanja kebanyakan, mikirnya bisa dijual lagi kok. Ikutan jastip, biar dipandang gahul dan nggak kere. Beli barang yang nggak perlu, atas dasar “lagi mau ngadoin orang” (padahal ujungnya dipake juga sendiri dan nggak lama rusak dibanting sama si tods superaktif). STOP CARI ALESAN! Kuatin iman, bergumam “pait, pait, pait” tiap ada obralan yang nggak sesuai sama kondisi keuangan. Seirit-iritnya penghematan yang lo rasain karena potongan harga, kalo belinya berlebihan, sama aja itu pemborosan šŸ™‚

4. Selow aje
Gagal ikutan sale yang lagi happening? Barang inceran kerebut sama orang lain? Temen bisa borong banyak, sementara kita cuma bisa beli satu dua aja? Yowis siiih! Dunia belum berakhir, kalo kata Shaden yang suara vokalisnya bikin anyang-anyangan. Masih banyak kesempatan lain dan hal-hal lain yang lebih penting buat dipikirin. Nggak disediain piala, medali, sertifikat, atau gelar juga kok buat masalah belanja belenji ini. Let it gooooo, Mak! *hembusan salju diiringi Yeti yang berjoget*

5. Tahu diri
Nah, kalo ternyata lo termasuk golongan orang-orang yang beruntung, keep it low. Nggak usah serakah, pamer, nyombong, manas-manasin umat pembelanja lainnya. Atau, kalo lo cuma aktif nongol di grup saat ada lemparan info diskon, EHM! Mulailah bersosialisasi lebih sering. Jangan cuma setor muka ucing garong tiap ada ikan asin dijemur aje. Hidup bermasyarakat bukan cuma buat ambil kesempatan dalam kesempitan. Be something, do something, give meaning to everything. Zaman gini, jadi followers nggak bakal bikin negara maju. Lagian, malu  lho, dicontoh sama anak-anak, emaknya cuma terkenal gahar sikut-sikutan belanja. #bukannyinyir #cumanyunyun

Jadiiiii, ingatlah selalu, diskonan itu seyogyanya bikin irit, bukan orot. Apalagi sampe daftar ke Mak Erot buat panjangin limit kartu kredit dan besarin isi dompet. Be a smart shopper!

#ODOP2017 #week10 #post12

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s