Resume Kulwap : Minat Baca Anak – Part 2

read3

pic from unique teaching resources

Lanjut ke bagian kedua resume kulwap Minat Baca Anak dari Diskusi Emak Kekinian yang gue ikutin Rabu lalu. 3 tema berikutnya udah lebih meluas dari 3 tema sebelumnya. Di sini, terasa bahwa untuk membuat anak gemar membaca perlu proses dan mempertimbangkan banyak faktor. Termasuk, kita harus siap terhadap worst case scenario alias hambatan-hambatan yang bikin sutris pusing pala berbi jek!

Siap menyerap ilmu? Lanjutin, yuks!

#####

TEMA 4 : Buku dan biaya


Q : Putri saya, usia 1 tahun sudah saya bacakan buku sejak dalam kandungan. Namun, sejak usia 7 bulan sampai sekarang, kalo mau dibacain buku, malah buku yang saya pegang direbut, digigitin, dan disobek-sobek. Saya coba kasih buku sendiri, tetep maunya buku yang saya pegang. Plus, kebiasaannya sangat suka gigitin buku, sehingga buku-buku di rumapada rusak. Saya coba berikan buku bantal, tetep maunya yang kertas.  Jadi, sekarang saya agak sulit membacakan anak saya buku.
Sebenarnya, saya berpikir untuk menunda mengenalkan buku sampai nanti anak saya sudah lebih dapat mengerti memakai buku. Apalagi karena keterbatasan dana, saya baru dapat menyediakan buku berbahan kertas biasa. Bagaimana solusinya untuk mendapatkan buku hard paper yang cocok dengan anak dengan harga terjangkau?

A : Anak usia 7 bulan memang sedang fase sensorimotor, jadi wajar banget kalo di usia itu, ayah ibunya harus sering2 ngelus dada menatap nanar buku-buku yang berubah bentuknya. Tetap diberikan aja bukunya. Untuk urusan budget, tiap keluarga punya value dan prioritasnya sendiri. Ada yang memilih beli buku berbahan kertas biasa, tapi dengan konsekuensi harus sering beli karena usia pemakaiannya yang nggak lama. Ada yang memilih buku berbahan lebih awet, bisa tahan sampai anak masuk usia sekolah, tapi dengan konsekuensi keluar uang lebih banyak di awal.Tinggal dipilih aja mana yang lebih pas buat keluarga kita.

Lagipula, sebenernya anak merobek buku itu bagian dari perjalanan kemampuan motoriknya. Awal-awal mungkin tiap balik halaman sobek terus, tapi lama-lama mereka mampu membalik halaman tanpa merobek buku. Soal board book/paperback, sekarang udah banyak di media sosial yang jual board book second, dengan kondisi baik dan harga murah. Tinggal diliat aja ini memang penjual secondhand stuff yg ambil dr luar ato memang jual koleksi pribadi (kolpri).

Ada brand tertentu yang menjual board book dalam bentuk paketan. Mereka juga mengadakan sistem arisan buat membantu ibu-ibu yang menyisihkan sebagian receh uang belanjanya buat menghadirkan buku di rumah mereka.

Yang penting, tetap dibacain yaa bukunya πŸ™‚

 

Q: Jika nanti ketika dewasa, generasi anak-anak kita akan makin terpapar dengan e-book/electronic journal/online reference, apakah masih relevan ya menumbuhkan minat baca BUKU (hardcopy-red) pada anak? Sebab saat saya skripsi saja, referensi paling update justru dari e-Journal. Selain pertimbangan biaya ya, karena kalau e-journal bisa gratis hehehe.

A: Kalau ditanya apakah masih relevan? Saya akan jawab dengan pasti, masih.

Meski di usia dewasa kayak kita, di kampus-kampus e-book sudah begitu menggurita dan buku fisik semakin langka.Yang kita bicarakan di sini adalah anak-anak, dengan usia yang berbeda dengan kita. Jadi, nggak apple to apple bandingannya hehehe.

Balik lagi soal ke perlunya ada pembatasan screen time buat anak-anak kita, pada akhirnya e-book gak bisa dijadikan solusi. Buku fisik baiknya tetap jadi alternatif utama kita dalam menumbuhkan minat baca anak.

Seiring bertambahnya usia, perkembangan otak dan fisiknya, tentu di usia tertentu mereka sudah siap bertemu dengan e-book dan teman-temannya. Tapi, tidak sekarang, di usia yang masih dini dan belum perlu terpapar screen time secara berlebihan.

#####


TEMA 5 : Metode membaca yang efektif dan menyenangkan

Q : Bagaimana metode membaca yang pas untuk anak yang sangat aktif dan sulit fokus supaya mereka tertarik untuk membaca dan memerhatikan buku yang dibaca? Lebih baik mana, memilih buku impor berbahasa asing atau buku lokal atau pilih yang bilingual? Karena mayoritas buku anak yang bagus, masih produk impor dengan bahasa asing.

A : Kalau ditanya metode, ini akan sangat variatif, tergantung anaknya. Secara umum, kalau dari hasil tanya-tanya saya sama beberapa kawan pendongeng, kunci dari membuat anak tertarik membaca adalah dengan melibatkan sebanyak mungkin indera yang mereka punya.

Jadi bacain buku nggak sekadar cerita. Bisa pakai alat bantu, boneka tangan misalnya. Atau sambil gambar di papan tulis, mengajak anak menirukan suara tokoh di buku yang dibaca, mengajak anak melompat-lompat saat ada adegan tertentu di buku yang menunjukkan ekspresi senang, sehingga baca buku pun nggak lagi identik dengan duduk diam sampai selesai hehehe. Baca buku itu juga bisa jejingkrakan kok πŸ™‚

Untuk anak yang super aktif, siasatnya ada pada metode penyampaian. Kalau terkait jenis buku, berdasar pengalaman, biasanya anak aktif lebih mudah kepancing untuk mau mantengin buku, saat bukunya nggak cuma berisi gambar dan tulisan. Misalnya, bisa bunyi, ada gambar pop up-nya, ada area tertentu yang kalau digeser bisa berubah warna, dan sebagainya. Untuk yang satu ini, jujur aja, buku-buku anak impor masih jadi juaranya πŸ™‚

Saya begitu amazed melihat betapa penerbit impor sangat niat mengolah buku dengan tampilan yang menyenangkan buat dieksplor anak-anak.

Terkait bilingual jujur aja aku gak punya kapasitas dalam hal ini jadi nggak berani kasih jawaban.Tapi, jika sasaran utama dari anak super aktif adalah membangun kemampuan fokusnya, mungkin memulai dulu dari bahasa ibu sebagai stimulus tunggal, supaya lebih mudah dipahami anak dibanding dengan bilingual.

Terkait topik tersebut, bisa disimak resume kulwap tentang pengenalan bahasa asing sejak dini di blognya Diskusi Emak Kekinian.

(catatan : untuk tema ini, yang kecopas relay sama admin langsung jawabannya. jadi, gue coba tarik benang merah, kira-kira apa inti pertanyaannya.)

 

Q : Bagaimana mengatasi kejenuhan anak membaca? Bagaimana menyusun jadwal membaca untuk anak yang baik?

A : Terkait jenuh sebenernya setiap kegiatan apapun kalau dilakukan terus menerus tanpa jeda, kejenuhan itu manusiawi. Terkait membaca, ini akan sangat berkaitan dengan pengalaman masa kecil yang kita berikan pada anak. Misalnya, kalau anak cuma disuruh baca aja, ya pasti nggak ada kesannya. Kesan itu yang jadi sasaran tembak kita di masa kecilnya.

Buat agar ia memiliki kesan yang sangat menyenangkan saat berinteraksi dengan buku-buku sehingga interest-nya pun terbangun. Ini yang akan melekat kuat pada dirinya sampai dewasa. Tenang aja, anak yang suka buku itu nggak mesti dibayangkan sebagai anak yang kemana- mana nenteng buku kok πŸ™‚

Mengenai jadwal baca anak, yang rutinnya memang sesaat sebelum tidur. Tapi untuk waktu waktu lainnya, random aja. Sesukanya mereka dan semampunya kita. Yang penting, usahakan dalam sehari selalu terjadi interaksi antara anak dengan buku-bukunya. Interaksi di sini nggak berarti baca buku sampai habis, ya. Terkadang cuma anak mengajukan pertanyaaan, terus kita jawab dengan, “Eh, kayanya di buku Kakak ada deh jawabannya. Kita cari sama-sama, yuk!” Sesederhana itu aja.

read4

pic from clipartfest

#####


TEMA 6 : Keterlambatan pengenalan buku dan cara menumbuhkan minat baca kembali

Q : Bagaimana cara menanggulangi anak yang terlambat diperkenalkan buku (sejak bayi tidak pernah diperkenalkan dengan buku, sedangkan sekarang si anak sudah usia sekolah dasar). Saat mengerjakan tugas sekolah, anak cenderung lebih suka bertanya saja pada ortu daripada membaca buku untuk informasi.

A : Anak lebih suka bertanya daripada membaca buku, pada akhirnya, kuncinya memang balik lagi ke soal pembiasaan. Ketika anak bertanya, jangan langsung diberikan jalan instan dengan ngasih jawaban. Tapi ajak anak, “Di buku Kakak kayanya ada deh! Yuk, kita cari sama-sama!”

Mungkin buat anak usia sekolah yang dari kecil jarang dikenalkan dengan buku, bertemu buku-buku sekolah itu membosankan sekali. Jadi, Ayah Ibu jangan ragu buat menyediakan buku-buku selain buku sekolah, tapi bertema sama dengan apa yang ia pelajari di sekolah. Misalnya, buku pelajaran IPA; Ayah Ibu bisa sediakan juga buku selain buku sekolah yang menceritakan tema yang sama dengan format yang lebih menyenangkan, misalnya buku sains yang dikemas dalam bentuk dongeng.

Q : Anak saya usia 4 tahun, baru minat membolak-balik halaman buku. Dia minta dibacain, tapi pas saya bacain dia cuek saja, apalagi kalo isinya tidak sesuai dengan kemauannya. Apakah saya harus mengikuti selera anak dengan membacakan apa yang ia suka saja?

A : 4 tahun wajar sih sebenernya kalau sudah punya preferensi pribadi. Coba diikutin aja. Libatin anak mulai dari milih bukunya. Biarkan dia memilih buku yang ia suka (dengan lebih dulu kontennya kita pastikan aman tentunya).

Jika saat dibacakan, anak berhenti di tengah jalan, nggak sampe selesai, nggak apa-apa kok. Baca buku itu mah intinya dibawa asyik aja πŸ™‚

 

Q : Saat saya praktek mengajar lalu, saya meminta murid-murid saya untuk membaca 1 buku selama 1 semester, kemudian merangkum isi dari buku tersebut. Ternyata, hasilnya hanya sedikit yang mengerjakan. Bagaimana cara yang baik untuk memulai membiasakan membaca bagi anak-anak yang sudah beranjak remaja?

A : Nah, sejujurnya menumbuhkan minat baca untuk anak-anak yang sudah masuk usia sekolah ini yang sangat challenging buat Ayah Ibu. Distraksi yang mereka terima dari lingkungan sekitarnya sudah jauh lebih banyak daripada saat masih balita. Semakin dewasa usia anak, makin sulit bagi kita untuk menumbuhkan minat bacanya.

Terkait program sekolah, kalau dari yang saya tahu, beberapa daerah sudah mewajibkan adanya waktu khusus untuk pengembangan literasi siswa. Misalnya di Bandung, satu jam pertama di pagi hari wajib disisihkan untuk jadi waktu khusus siswa melakukan silent reading.

Metode lain pun bisa digunakan. Misalnya, jika satu buku untuk satu siswa ternyata tampak terlalu berat, siswa dikelompokkan aja. Satu kelompok terdiri dari beberapa siswa yang masing-masing mereka diberi tanggung jawab untuk membaca bagian buku yang ditugaskan.

Lalu minta mereka untuk saling share hasil bacaan masing-masing di kelompok. Pasti guru-guru punya banyak jurus rahasia lainnya, yang bisa dikreasikan supaya siswanya jadi lebih bergairah untuk membaca.

#####

 

Well, udah nemu pencerahan? Ada solusi untuk kegalauan yang bikin makan tak enak, tidur tak nyenyak?

Yang pasti, selama kulwap, gue sering banget ber β€œOooo..”, seakan baru dimelekin matanya. Maklum, pengalaman jadi guru ternyata berbeda banget pas diterapkan ke anak sendiri. Believe me, mom knows best. That includes finding the best allies and sources to bring you out of the darkness. Eciyeh banget quote-nya hahahaha.

Recommended source buat wawasan parenting pokoknya. Next, gue mau ikutan lagi kulwap dari DEK, supaya makin tercerahkan dan kinclong parenting skills gue yang masih carut marut memalukan dunia persilatan ini.

Salam Emak Kekinian! Let’s learn together, mommas!

 

#ODOP2017 #week8 #post10

Advertisements

One thought on “Resume Kulwap : Minat Baca Anak – Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s