Kenekatan demi Resolusi

2 Desember rupanya bukan cuma dirayakan jadi tanggal 212 Aksi Damai Monas. Buat gue, ini adalah tanggal istimewa.

Bukan, gue nggak pake kostum Wiro Sableng buat ngerayain. Atau nyobekin kalender menuju Harbolnas alias Hari Jebol Dompet Nasional yang tinggal 10 hari lagi.

Menjelang weekend pertama di bulan terakhir 2016 (halah ribet bener nyebutnya), gue mulai berlari, mengejar resolusi-resolusi 2016 yang belum tercapai.

Salah satunya : bisa menerbitkan buku dari cerita-cerita yang pernah gue post. Widih! Ambisius amat ya gue? Nulis artikel tugas aja suka mepet-mepet, blog dibiarin lumutan sampe jadi fosil, apa lagi mau bikin buku… HIL YANG MUSTAHAL kalo kata (alm.) Timbul Srimulat.

Well, syukurlah yaaaaa, sekarang udah banyak jalur self-publishing bertebaran di jagad maya. Jadi, gue nggak perlu nulis tangan atau ngetik cerita gue, di-print, difotokopi, dijilid, dan dijualin macem diktat kuliah. Dengan penuh kenekatan, dua hari gue coba membuat e-book pertama gue lewat Storial.co.

Mengutip dari situsnya, Storial.co ini pada dasarnya adalah platform untuk menulis dan share tulisan kepada para member, bisa sesama penulis atau hanya sekadar membaca aja. Platform ini adalah bagian dari NulisBuku, sebuah self-publishing company yang sudah muncul lebih dulu. Bedanya, kalo di NulisBuku, buku kita akan dicetak dan dijual secara komersial. Sedangkan, di Storial.co semuanya GRATIS! (langsung deh jiwa emak-emak panas membara kalo denger yang haratis begini hahaha)

Serunya lagi, udah ada aplikasinya di Google Play. Jadi, nggak perlu mantengin laptop atau ngendon di warnet buat nulis atau baca cerita. Kurang dimulusin apa coba, jalan menuju tercapainya resolusi gue?

Setelah daftar dan ngulik sebentar, gue mulai jajal nulis di Storial.coWell, sebenernya sih mindahin beberapa tulisan terpilih gue dari blog ini. Berhubung tulisan di blog ini masih campur aduk, rasanya mindahin tulisan-tulisan fiksi yang setema dan cerbung ke Storial.co bisa jadi semacam portfolio mini tulisan fiksi gue. Sambil coba nyari wangsit lagi, mau nulis apa buat ngisi blog ini.

Awalnya, gue mau mulai dari cerbung, tapi kok ngeditnya lebih menantang dan makan waktu ya? Ditambah setelah baca tulisan-tulisan di Storial.co, mendadak gue jadi minder. Karya-karyanya bagus, rapi, pokoknya seperti udah dipoles editor penerbit. Duh, perlu waktu ekstra dan persiapan mateng kalo mau nyulap cerbung gue jadi novel.

Cap-cip-cup kembang kuncup, gue mutusin buat memulai dengan yang lebih sederhana. Membuat kumpulan cerita pendek yang satu tema. Kebetulan ada beberapa tulisan yang isinya cerita cinta, terinspirasi dari lagu-lagu era 90-an. Fix! Lagu 90-an Bercerita pun menjadi judul e-book perdana gue yang semua gue lakuin sendiri. Nulis, ngedit, dan bikin cover bukunya.

lagu90anbercerita-cover
Gue belajar jadi editor cerita gue sendiri. Nggak cuma tentang masalah teknis, seperti ejaan, typo, kata serapan, dan sodara-sodaranya. Gue juga mulai terapin kombinasi panjang pendek kalimat. Menempatkan deskripsi supaya pembaca bisa connect sama pikiran gue yang tertuang dalam alur.

Overall, buku gue ini masih “kasar” sebenarnya. Maklum, terbitan perdana yang bermodal kenekatan, jadi bau impulsifnya itu tajem banget hehe.

Untuk cover, untung banget gue pernah daftar di Canva, jadi gue tinggal sign in dan mulai bikin cover buku ala-ala. Platform ini user-friendly dan sebenernya bisa dikreasiin macem-macem. Dasar gue emang ogah ribet dan pengen simpel (baca : gagap grafis), jadilah cover yang mirip kaya scrapbook tulisan tangan hehehe.

Setelah pencapaian satu ini, agenda gue berikutnya adalah belajar step-by-step penulisan fiksi. Kemungkinan besar lewat tutorial di internet atau baca artikel/e-book yang ringkas. Pengennya siiih, ikutan workshop nulis, tapi apa daya yaaa bocils duo kungfu mana bisa ditinggal gitu aja, joniiii! #masalahbesarduniaemakduaanak

Nah, jadiiii mampirlah ke lapak gue di Storial.co. Sekalian komen dan promo boleh banget lhoooo!

Segala saran, kritik, masukan, semangat, sekotak martabak manis coklat kacang susu bakal berguna banget buat gue semangat belajar dan belajar lagi nulis. Leganya udah brojolin satu “anak” resolusi 2016 di jelang tutup tahun, yihaaaa!

Gimana dengan lo? Adakah resolusi 2016 yang lagi dikejar untuk dicapai bulan ini? 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s