Kisah Jagoan Kedua (part-2)

Kembali ke kisah lahirnya jagoan kedua, tuninutninutninut lorong waktuuuu…

30 Oktober 2015, sekarang jam 07.15, di ruang persiapan operasi RS Hermina Bekasi.

Seorang dokter pria (sementara sebut aja dokter X, lupaaaa namanya #pikunparahdetected), yang ternyata dokter anestesi, mengunjungi gue. Beliau menjelaskan prosedur bius yang akan dilakukan, efek samping yang mungkin gue alami, dan diakhiri dengan… membimbing gue membacakan Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Ayat Kursi.

Beneran nggak disangka, dokter  X ini membuat semua kegugupan, kecemasan gue lenyap. Gue jadi optimis semua berjalan lancar. Apapun yang diawali dengan kebaikan, Inshaa Allah diakhiri dengan kebaikan pula.

Jam 08.00 gue memasuki kamar operasi, dipersiapkan untuk operasi SC, dan mendapatkan suntikan anestesi. Obgyn gue, dr Dedi Arman Saibi masuk, didampingi dengan obgyn pendampingnya, dr. Patut Ritonga. Ya ampun, duo dokter ini ngabodor wae sambil belak belek perut gue. Gue mau ketawa, takut buyar.  Curang kaaan, dokter suster pada ngelawak, gue nahan ketawa, deymmm bingit.

Satu hal yang diumumin sama dr Dedi, “Bu, terakhir USG saya bilang 3 kilo lebih dikit ya? Wah ini lebihnya banyak!” JREEEENGGGGG! Another chubby baby from my belly!

Sekitar jam 08.47, diangkatlah si jagoan kedua dari dalam rahim gue. Welcome to the world, dek bayi! DSA yang ditugaskan, dr. Dina Medina Husen, memberikan kesempatan gue dan dekbayi untuk IMD. Terharu bangeeet, karena dulu Aryo nggak sempet merasakan IMD. Satu keuntungan besar, dapet DSA yang juga dokter laktasi, yesss!

Ditemplokin sebentar, dekbayi langsung mencari gentongnya dan srut srut, nggak perlu waktu lama dia mulai belajar menyusu! Pinternyaaaa 🙂

Sekitar 7 menit ber-IMD ria, dekbayi pun dipindahkan. Gue masih dijahit dan tiba-tiba gue menghihillll. Dokter X memberi pereda gigil dalam infus gue. Syukurlah tak perlu waktu lama gue berangsur normal kembali.

Alhamdulillah, semua proses operasi berjalan lancar dan gue bisa nyolong tidur di ruang pemulihan. Tyo datang berkunjung dan menunjukkan foto jagoan kedua.Beneran beratnya di luar dugaan. 3.585 kg, 50 cm, this is our second action hero :

10482468_10208115242661935_1534130421827390403_o12186452_10153583759261708_3737038670421874596_o12184307_10153583756481708_5706114823527558129_o

Seperti halnya waktu lahiran Aryo, komentar awalnya sama, “Untung anaknya putih..” TEREKDUNGCES!

Mengikuti pola nama Mas Aryo, A-Na-K kedua ini kami beri nama :

ALDRIC NARATAMA KRISNA 

the ultimate wise ruler alias pemimpin bijaksana yang terutama

Keliatan yaaa potongan bosnya, gempal, tapi menggemaskan! Hehehehe…

Welcome aboard, Dek Nara! Let’s explore this amazing voyage of parenthood together!

Saking gembiranya, gue baru sadar.  Masa gue nggak foto sama si bayik lucu ini, halaaah! Paket data pun abis dan lupa diisi, bener-bener nggak social media aware di anak kedua ini, parah! Fix kudu nenggak jamu Buyung Upik seember!

Tyo, nyokap, pada foto semua. Foto Aryo sama Nara yang masih kinyis pun entah dimana. Maafkan mamakmu ini yang nggak sadar pentingnya merekam memori ya, Nak! *tutup muka ala tersangka maling beha*

12208343_10208180761059854_6746697581134925359_n.jpg

Yah, singkat cerita (padahal ceritanya jauh dari SINGKAT, ups!), kelahiran anak kedua ini memiliki kesan berbeda dari kelahiran anak pertama. Gue bisa lebih woles, lebih nyantei, lebih nekat, dan lebih….pelupa! Untungnya, mayoritas proses berjalan sesuai rencana, prosedur, bayangan, dan pengalaman. Ditambah dukungan dan doa yang mengalir dari orang-orang tersayang, bikin gue terus semangat dan berpikir positif menjalaninya.

Hari Minggu sore, gue dan Nara diizinkan pulang dari RS. Sehari lebih cepet dari perkiraan dan langsung disambut tugas ngisi goodie bags Boboiboy buat ultah ke-3 Aryo. Luar biasa! Dedikasi tiada akhir sebagai emak rempong banyak mau demi anak hepi.

Resmi sudah gue menyandang predikat EMAK ANAK DUA, merdeka!!! Semerdeka posisi bobo si cabidut yang merasa kasurnya super lega, padahal emak kegencet macem sardencis di kaleng.

12189425_10153583759571708_7273811981462015507_o

Sekarang, nyaris 13 bulan berlalu, gue merasa seperti baru kemaren ngerasain ini semua. Pengen ini semua terulang lagi? Well, asal jangan ngajak mual muntah all day sickness, pegel-pegel yang bikin susah tidur, dan kateter yang nangkring 24 jam, gue pertimbangin buat rewind. HIMPOSIBELAAAAH! *manja amat kayak mandra kangen munaroh*

Sekian terima kasih salam manis selalu untukmu 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s