De Emaks Cadas Ep.6

Seperti mimpi.

Akhirnya gue membagi isi rongga perut tidak hanya untuk nasi Padang. Tapi juga untuk calon anak gue. Wow….

Di sinilah gue dan Ian menghabiskan akhir pekan. Setibanya di Bandung, langsung kita mencari rumah sakit. Hasil browsing di sebuah forum parenting, membawa gue ke review seorang dokter kandungan bernama Dokter Gugun. Kabarnya ia humoris, santai, dan di dalam ruang prakteknya selalu mengalun lagu-lagu The Beatles. Cociks bingit!

Kebetulan, antrean Dokter Gugun tidak terlalu banyak. Ada dua dokter lainnya yang lebih populer. Bagi gue, membuat gue nggak tegang jauh lebih penting ketimbang gengsi memilih dokter yang ngehits.

“Yan, kantong ajaibnya udah dibawa?” bisik gue. Kantong berisi 10 testpack hasil keparnoan gue. “Udah, awas dikira paku santet,” celetuk Ian nyengir.

Di balik cengiran itu, sebenarnya Ian super gembira. Ia terus-terusan menonton film Three Man and a Baby, plus Baby’s Day Out. “Kayanya anak ini bakal selalu ingin tahu dan haus petualangan,” begitu ujarnya semalam, sambil mengelus perut gue. Perut yang menggendut karena menghabiskan satu kotak martabak super spesial 4 telor bebek, sendirian.

Oke, rasa grogi yang gue rasain ini luar biasa. Bagaikan mau manggung ngelenong di depan Obama. Nafas gue tarik-hembus-tarik-hembus. Semoga nggak berbonus kentut volume menggelegar, bak musik dangdut pantura di angkot.

Ian menggenggam tangan gue. “We’re in this together,” ucapnya mantap. “Percayalah, dia bakal jadi juara. Memenangkan hati siapapun nantinya. Karena dia hadir dari sperma yang meng-KO saingan-saingannya. Sperma bajaj ngetril,” Ian berandai-andai dengan perumpamaan yang bikin gue ngakak kenceng.

Seorang ibu hamil gede sampe loncat saking kagetnya. Duh, semoga nggak brojol di tempat gara-gara ketawa gorowok gue. Sontak, seorang suster jaga berwajah garang langsung menatap tajam gue. Mirip tatapan mata Suzanna waktu keabisan sate.

Ups…

“Ibu Ria Jenaka, pasien Dokter Gugun,” panggilan dari suster di ruang 305 menyelamatkan gue.

This is it! Gue melangkah bagai melayang di awan. Awan Kintoun yang membawa gue mendekati dan masuk ke ruangan yang akan gue kunjungi rutin sampai 9 bulan ke depan.
#ODOPfor99days #day114

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s