De Emaks Cadas Ep.5

Satu, dua, tiga…
Jemari gue mulai berhitung.

Seharusnya, gue nggak telat selama ini. Mata gue mengerjap nggak percaya. Menghitung hari-hari yang berlalu dari lingkaran merah terakhir di bulan September.

Seharusnya, gue udah dapet lima hari lalu. Biasanya siklus gue pun kurang dari sebulan, jadi wajar maju sampe 2-3 hari. Tapi, gue hampir nggak pernah telat.

Muka gue memucat seputih ditemplokin penghapus papan tulis kapur.
GUE HAMIL????!!!

Suara HP membuyarkan keparnoan gue. Rupanya Ian menelepon. Ia akan pulang lebih malam, masih mengurus kepindahannya ke Bandung dan mengalihkan pekerjaannya kepada sang pengganti.

Gue mutusin buat nggak ngasih tahu dulu tentang kemungkinan gue hamil. Mungkin gue terlalu stres gara-gara ibu-ibu edan, sampe darah pun ketakutan buat netes. Pikiran ngaco gue melayang lagi.

Kita tunggu seminggu lagi, gumam gue. Siapa tahu ini cuma keparnoan yang berujung pada halusinasi.

Gue pernah denger tentang pregnancy scare. Saking lo takut hamil, tanda-tanda orang hamil pun beneran muncul, padahal palsu. Untung aja nggak ada cockroach scare. Bisa-bisa lo ikut mengkerut, menggelap, dan bersayap kaya kecoa terbang. Binatang yang lebih nakutin dari rajawali 3 dimensi abal-abal di sinetron laga cupu.

Mendadak, gue jadi pengen nanya ke Bunda. Ah, tapi nanti dia heboh sendiri sampe hubungin infotainmen (baca: sodara-sodara setanah air). Kenapa gue jadi rempong macem emak-emak yang biasa gue sebelin yah?

When in doubt, just gulp a scoop, and add another scoop. Semboyan andalan gue kala galau meriang gelisah gundah gulana.

Segera gue melangkah ke arah kulkas dan mengambil wadah es krim cookies n cream favorit. Terpikir untuk memakan dengan centong nasi, dilihat dari tingkat kegalauan. Akhirnya, karena ingin mulut gue nggak melebar parah ketika mengucap “Bambang” ala Triman Srimulat, gue menyuap es krim dengan sendok makan biasa.

Semoga galau berkurang, meskipun lemak bertambah. Doa gue dalam hati terus terucap komat kamit.

Jauh di dalam sana, hormon-hormon kewanitaan gue sedang meloncat-loncat brutal. Sebuah kejutan menanti, dalam bentuk segumpal darah yang berbagi gen dengan gue dan Ian.

Yang baru akan gue ketahui 10 hari kemudian. Melalui 10 bungkus testpack berbeda yang dibeli secara impulsif. Menambah bumbu gurih pedas pada petualangan baru yang siap terhidang.

#ODOPfor99days #day113

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s