#Lagu90anBercerita : Di Balik Senyum Rahasia

Beruntung atau dikutuk?

Pertanyaan yang kerap muncul di otakku. Sebagai orang istimewa, yang bisa melihatmu tersenyum.

Senyum dari si ratu es. Senyum dari pendekar kuncir kuda. Senyum yang kulihat dari sela-sela jendela. Mengintipmu sedang bertarung dengan sansak yang tergantung.

Sembari mengusap peluh yang bercucuran, kau tersenyum bak menikmati semburan adrenalin. Di sela tendangan. Di tengah rentetan tinju yang melayang.

Namaku boleh saja Ksatria. Namun, aku tak punya cukup keberanian untuk mendekatimu. Apalagi mengajakmu jalan-jalan sore, duduk di taman, dan menikmati sebatang es krim cokelat yang lezat.

Aku cukup puas menjadi pengagum rahasia dari kejauhan. Membiarkan senyum misteriusmu menjadi bunga tidurku.

Nobody knows it, but you’ve got a secret smile
And you use it only for me

****

Malam menyambut dengan cepat. Aku melangkah tergesa, menuju motor yang terparkir di halaman depan sekolah.

Tiba-tiba, kurasakan kehadiran seseorang di belakangku.

“Heh! Lo Ksatria, anak kelas sepuluh ya?” suara bentakan yang sangat familiar di telingaku. Aku berbalik perlahan dan melihat seorang cowok tinggi besar berjalan cepat ke arahku. Di tangannya ada tongkat bisbol yang siap terayun.

“Sini, lo, jangan kabur!” teriaknya sambil mencoba menyerangku. Aku panik, mencoba menghindar dari serangannya.

“Maaf, Kak! Ampun, ampun! Salah saya apa?” tanyaku dengan putus asa. Entah mengapa, tak terpikir bagaimana caranya melawan kakak kelas yang kesetanan ini.

“Lo tuh ya, berani-beraninya mutusin adek gue, Tirsa! Dia jadi ngancem bunuh diri terus di rumah!” racaunya sambil masih kalap mengayunkan senjatanya.

Astaga! Aku memang pernah dengar tentang abangnya Tirsa, Topan. Salah satu anak kelas 12 yang sangat disegani. Anggota tim bisbol kota, yang dijuluki Banteng Lapangan karena keganasannya dalam bermain.

Kini, aku merasakan tanduk kemarahannya pula. Celaka dua belas!

Mati aku! Nyaliku ciut seketika. Pasrah membayangkan tubuhku remuk dan tumbang dengan penuh luka.

Tiba-tiba, sebuah sosok yang tak asing lagi, menghampiri Topan. Satu tendangan berputar membuatnya tersungkur mencium tanah. Satu tinju keras membawanya hilang kesadaran.

Pahlawanku pun menampakkan jati dirinya. Wajah tirus dengan kulit pucat, berkuncir kuda balik menatapku.

Aku tak kuasa menahan bahagia. Serta merta kupeluk dirinya sambil berterima kasih.

“Ami, aku berhutang nyawa padamu,”ucapku pelan sambil menguatkan pelukanku.

BUG!!!!

Sebuah tinju membuat panas perutku. Kini giliranku jatuh terduduk. Gadis pujaanku mencengkeram kerah bajuku. Masih dengan senyum misteriusnya.

“Lo masih aja cari kesempatan,” ucapnya dingin. “Lo pikir gue nggak tahu perbuatan lo?” tanyanya tajam.

Di tengah rasa sakit, kegugupan ikut menjalari tubuhku. Mungkinkah dia tahu?

Ami mengambil tasku, mengorek-ngorek sejenak, dan menemukan apa yang ia cari.

“Gue harap, habis ini lo jangan pernah lagi ngikutin atau ngintip gue. Apalagi kalo masih berani nyolong pakaian dalam gue,” tegasnya padaku yang masih kesakitan dan gemetaran.

“Atau nasib lo bakal sama kaya dua sansak bocor di ruang olahraga,” tukasnya sambil mengeluarkan senyum misterius itu. Senyum sadis yang menahbiskannya menjadi ratu es yang luar biasa perkasa.

Ami beranjak pergi. Meninggalkan dua lelaki yang terkapar. Dua lelaki yang keesokan paginya, memutuskan untuk tidak masuk sekolah sampai tiga hari ke depan karena rasa malu yang menggunung.

So use it and prove it
Remove this whirling sadness
I’m losing, I’m bluesing
But you can save me from madness

****


#nowplaying Secret Smile – Semisonic (1998)

#Lagu90anBercerita #ODOPfor99days #day106

Gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s