Am I a Bad Mother?

image

Hampir 7 bulan gue resmi jadi emak dua jagoan. Sampai detik gue nulis ini, masalah manajemen waktu dan energi masih jadi problem kronis gue. Sumber jam kurang tidur gue, makin langkanya me-time, datangnya keluhan demi keluhan. Walaupun jauh dalam hati, gue bahagia dan bangga mendapat anugerah ini.

Setiap hari, gue selalu berpikir. Menjadi orang tua berarti rela mencemplungkan diri di kolam pembelajaran yang sangaaat dalam. Seperti yang gue tulis di profil blog ini. Always stay on the newbie level of motherhood (or parenthood, in general).

Dengan begitu banyak situs, blog, ahli, jagoan dalam parenting ini, seminar, workshop, bahkan sekolah atau akademi (!), efeknya begitu besar buat gue.

Di satu sisi, gue jadi mendapatkan banyak sekali informasi, perspektif, opini tentang bagaimana parenting yang  ideal sesuai zaman. Namun, nggak jarang juga gue merasa tertampar, tertohok dengan paparan dan sentilan mereka.

Sampailah gue di satu titik. Bertanya dan menuduh diri sendiri.

Seburuk apakah gue sebagai orang tua?

Pertanyaan yang mencerminkan, ya, rendahnya percaya diri gue.

Let me come clean to you now.

Gue masih jauh dari ibu bijaksana
Gelar wanita sholeha pun belum direngkuh
Stok sabar masih sering defisit
Sementara saldo emosional terlalu luber dari kapasitasnya
Screen time Mas Aryo bisa dikategorikan banyak dan dia belum sepenuhnya lulus toilet training di umurnya 3,5 tahun sekarang

Bisa panjang kalo gue buka semua “dosa-dosa” parenting gue 😐

Di awal masa motherhood, segala ilmu parenting yang gue dapet, gue baca, dinasehatin orang-orang ke gue, seakan gue telen aja bulet-bulet.

Di masa anak kedua, gue akhirnya dipertemukan oleh sekelompok ibu yang boleh dikata senasib sepenanggungan.

Untuk pertama kalinya, gue nggak merasa dihakimi, dicap ini itu, diceramahin nyerempet masalah surga neraka amalan azab. Setuju nggak setuju, buat gue, cuma Sang Pencipta yang berhak “menilai” gue. Menghakimi gue pada saatnya nanti.

Di sini, gue kenal arti the real share and support. Kadang, kita curhat bukan untuk cari solusi, bukan dijejalin nasehat, apalagi lantunan petuah surga neraka pahala dosa. Tapi, hanya untuk mendapat pelukan hangat, pundak untuk meratap, dan bisikan lembut yang bilang kalo kita pasti bisa laluin ini semua.

Sekarang, setiap ada yang share artikel, wejangan, atau apapun tentang parenting, gue mantrain dulu pikiran gue.

Ini cuma pengetahuan. You are NOT a bad or evil mother.

Ibu juga manusia.
Ibu bukan malaikat yang super sempurna.
Ibu sangat mungkin khilaf dan berbuat salah.

Gue nggak mau terjebak dengan tuntutan kesempurnaan, tertekan karenanya, hingga akhirnya gue menekan anak-anak gue untuk mencapai fatamorgana itu.

Karena, sekali lagi, orang tua adalah pembelajar seumur hidup.

Don’t be hard on yourself.

Mengkerangkeng anak-anak gue dari segala pengaruh buruk, tanpa mendampingi mereka, tanpa memberi mereka bekal untuk belajar menyaring segala pengaruh secara mandiri, tidak serta merta menyelamatkan mereka.

Amit-amit, jangan sampai anak-anak gue jadi seseorang yang terlalu terbelenggu di masa muda, begitu sedikit kecipratan “hal maksiat” langsung ketagihan. Hanya karena mereka terpaksa menurut, tanpa mengerti mengapa mereka harus patuh.

Bukan berarti gue mau ngajarin yang nggak bener ke dua jagoan gue. Nggak sama sekali.

Gue hanya ingin ngajarin ke mereka, bahwa dunia ini terdiri atas hitam, putih, dan abu-abu. Adakalanya manusia akan dihadapkan pada dilema. Perang batin. Terjebak di antara pro dan kontra.

Di sini, cuma hati nurani dan keyakinan sama Allah SWT yang bisa jadi pegangan. Berbuat baik pun bukan berarti menjadikan kita punya hak buat menghakimi orang lain, bilang kita bener mereka salah. Manusia bukan kodratnya jadi hakim di dunia, kan?

Gue percaya, anak-anak akan sukarela mendoakan orang tuanya, saat kita benar-benar bersikap manusiawi kepada mereka dan kepada diri kita sendiri.

Biarlah ini jadi mimpi dan doa gue.
Suatu hari nanti Aryo dan Nara, mungkin nggak bilang, “Mamah itu mama paling keren karena bisa jadi sahabat kita ala anak muda.”
Semoga saja mereka bilang, “Terima kasih, Mamah. Sudah jadi ibu yang mengajarkan dan membuat kami selalu bersyukur dengan apa yang kami punya.”

Kamu, hai pembaca, boleh saja setuju atau tidak sependapat dengan gue.

Satu hal yang gue minta, toleransi. Simpan semua wejangan bla bla bla di majelis lain. Karena ini hanya sekadar curahan hati.

Piss lop gahol,
RockaMama Winda 😎

gambar dari quotesgram.com

Advertisements

10 thoughts on “Am I a Bad Mother?

  1. Bunda Winda paling kereeeen! Semangaat buun, usaha keras tidak akan menghianati, pasti jadi Mama jagoannya Aryo dan Nara XD

  2. We all are the greatest mother for our child..
    Maju terus pantang mundur..
    Yg bad itu si big bad wolf book bazaar kemaren hahahhaha….
    Semangat terus ya miss..

    • Lala, yaelaaah dipanggil Miss pula gw hahaha 😄

      Couldn’t agree more!
      Ibu butuh dukungan, bukan dihakimi yessss.
      Dan iya banget, serigala gede itu jahap buat dompet n saldo rekening hahahaha. Tapi puassss ya dapet buku bagus harga miring 🙂

      Hail RockaMama!

  3. Ih aku juga suka baca hal hal tentang parenting lho bun, walo masih jauh sih buat kesana wkwkwkwk

    tapi iya banget waktu pertama baca hal parenting gitu aku malah ngerasa orangtuaku jahat lho /durhaka tapi dipikir lagi ah mungkin ortu belum tau atau belum ngerti tapi toh aku udah segede gaban gini ga ada masalah serius kenapa mesti ngecap ortu sendiri kan dosaaa
    aa, jadi ya jadi orangtua ya ya ya saya gak tahu soalnya belum pernah wkwkwkwk

    Ya saya curhat ==”

    • Halooo dek Sonya! 😉

      Soal artikel parenting, nggak semua kudu diikutin sih, karena belom tentu cocok juga sama anaknya. Sekadar wawasan aja, biar nggak kaget pas ketemu anak aslinya ntar 😁

      Tentang parentingnya ortu, kita posthink aja, karena berkat mereka, kita bisa jadi kita yang sekarang ini #cieeeh 😎

  4. udah lama gak BW. Semangat ya mbak winda….toss lah kita. dont be too hard to ourselves. Anakku juga udah 3,5 thn boro2 lulus toilet training, karena baru dua minggu ini coba lepas Pampers. Padahal rencananya taun depan udah mau disekolahin, nah lo…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s