Mantu vs Kanjeng Ratu – Ep.23

image

Percikan air wudhu membangunkan gue sepenuhnya dari serangan kantuk yang begitu bertubi-tubi. Seiring dengan shalat subuh yang ditunaikan, perlahan gue merasakan akal mulai terbuka dan hati seakan terisi ulang.

Senin telah datang lagi. Berarti, satu minggu baru telah menanti. Semakin dekat ke hari lepasnya masa lajang.

Sambil berjalan menuju dapur untuk menyeduh teh panas dan membuat nasi goreng sosis untuk sarapan, gue tersadar, HP gue masih teronggok manis di atas meja dekat telepon. Gue mengisi ulang baterai semalam di sana, setelah terkuras habis berkat kepikunan gue menaruhnya di dalam tas sejak Jumat malam.

Seusai menyesap teh panas, gue mengambil HP dan menyalakannya. Terbersit keinginan untuk menghubungi Aria. Gue sangat ingin tahu dimana ia berada sekarang.

Pucuk dicinta ulam tiba. Begitu HP gue menyala, pesan-pesan WA dari Aria mulai berdatangan masuk satu persatu.

Mulai Sabtu malam hingga Subuh tadi. Belum sempat gue membaca semua pesan dengan cermat, tiba-tiba HP gue berdering.

Itu Aria.

“Aria! Kamu dimana??!!” seru gue begitu terhubung dengannya.

“Dani, bisa kita ketemu sekarang? Aku udah di depan kompleks,” sahut Aria dari seberang sana.

Gue mencoba mencerna kata-kata Aria. Di depan kompleks?

Alamakjang!

GUE MASIH BAU ILER!

“Dani? Dani? Aku tunggu di pos satpam depan kompleks aja ya. Kamu siap-siap aja dulu. Sekalian aku mau nyabu bentar,” kata Aria.

Untung otak gue udah nyambung. Pastilah nyabu yang dimaksud Aria adalah nyarap bubur. Bukan ngisep sabu, apalagi nyari burung.

“Oke, setengah jam maksimal aku ke sana,” jawab gue cepet, sambil berlari mengambil handuk di jemuran belakang.

Secepat kilat gue mandi dan berpakaian. Kostum pun seadanya gue sambar. Untung aja masih waras kombinasinya. Kemeja biru elektrik dipadu cardigan hitam dan celana jogger hitam. Gue pasang sneakers hitam kesayangan dan mulai berlari ke pos satpam.

25 menit kelar, bonus ngos-ngosan. Maklum belum sarapan sama sekali. Gue pun ikut memesan bubur ayam yang gerobaknya parkir di dekat mobil Aria.

Aria tampak duduk di bangku depan pos. Sambil merokok. Wow, selama berpacaran, terakhir kali gue ngeliat Aria ngerokok adalah sehari sebelum kita jadian. Itupun berhenti karena gue ngomel-ngomel di sebuah kafe, dimana ada tiga cowok dengan seenaknya ngebul di samping meja berisi keluarga muda dengan satu balita dan satu bayi.

Setelah gue mengecap para perokok dengan sebutan pengundang api neraka di bumi, keesokan harinya Aria nembak gue sambil menyatakan ikrar untuk berhenti merokok.

Sampai hari ini Aria kembali mengepulkan asap, kretek samsu pula. Bener-bener sutris berat dia.

Plis, semoga abis ini dia nggak ngelirik gue dan bilang, “Dani, sebats duls yuks!”

Gue duduk di samping Aria. Kemudian menghabiskan bubur ayam dengan kelahapan orang nggak makan seminggu. Oke, fokus dulu satu-satu. Ngobrol serius sambil makan bakal bawa sendok isi bubur pedes nyasar ke mata. Eh eh eh apaan tuuh! Kicep-kicep ala Ayah Jaja Miharja, deh!

Usai menandaskan dua mangkok bubur, gue menarik nafas kekenyangan. Tak lupa sendawa berirama lagu Alam, seeeh!

Aria menatap gue, kemudian tersenyum geli. Ah, gue jadi tersipu.

Ada jeda di antara kita. Saling menunggu, siapa yang mulai bicara.

Akhirnya, Aria mengambil tangan gue dan meletakkan sesuatu di genggaman gue. Sebuah kumpulan, tiga kunci terikat dalam satu gantungan bergambar Mr. Smiley.

Benarkah ini bukan mimpi?

“Ini syarat yang kamu minta, Dani. Maukah kamu jadi menikah denganku?”

Pagi itu, Aria melamar gue lagi. Dengan sebuah tekad untuk membuktikan, bahwa ia pantas jadi pemimpin gue kelak.

Gue mengangguk, kemudian memeluknya. Di tengah gembira yang tengah menghambur, sebentuk cemas menyeruak.

Wajah Tante Tiya yang kecewa, terluka, lalu murka, begitu jelas terbayang.

MiniDani pun menyemprotkan asap pemadam ke arah bayangan itu sambil menggeleng-geleng ke arah gue.

You deserve to be happy, Darling.

Samar-samar kata-kata itu terngiang, membuat gue menumpuk keyakinan untuk terus maju.

-sambunglagiesokhari-

#ODOPfor99days #day90

Gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s