Mantu vs Kanjeng Ratu – Ep.17

image

Istri dan anak-anak yang dikecewakan oleh pemimpin keluarga.

Ya, almarhum Om Bimo menyia-nyiakan keluarganya, tergoda oleh wanita-wanita idaman lain. Wanita-wanita yang tak henti berdatangan. Bahkan di hari kematiannya. Muncul sambil menggandeng anak kecil, meminta pertanggungjawaban, meminta bagian warisan. Tak satu pun yang dikenal, namun semua tampak serupa. Muda dan gila harta.

Tante Tiya terpukul, Aria meradang, keluarga tak kuasa bertindak apapun. Rasa malu terlanjur melekat. Disaksikan kerabat, aib yang terbongkar di waktu yang tidak bersahabat.

Pertikaian tak mampu dihindari. Tante Tiya dengan histeris mengusir para simpanan Om Bimo. Para wanita itu tak mau menyingkir. Aria sudah ingin mencekik saja wanita-wanita yang mulutnya terus merepet macam petasan renteng. Jeritan anak-anak kecil yang diklaim sebagai darah daging Om Bimo turut menambah kisruh suasana.

Upacara pemakaman Om Bimo nyaris diwarnai baku hantam, kalau saja tidak dilerai oleh Pak Ustadz yang turut hadir. Keluarga besar Tante Tiya dan Om Bimo memilih untuk menyingkir. Tidak mau ikut campur dalam insiden yang betul-betul mencoreng arang satu truk di dahi mereka.

Sudah enam tahun berlalu sejak kejadian itu. Namun, ada lubang besar tertinggal di dalam keluarga Tante Tiya. Apalagi setelah Nanda, adik Aria mengaku, ia tahu tentang perselingkuhan Om Bimo. Ia memilih bungkam, setelah Om Bimo mengiminginya berkuliah di universitas mahal pilihannya.

Bisa ditebak, Nanda pun seolah mendapat rapor merah di mata Tante Tiya atas “persekongkolannya” menutupi aksi bejat Om Bimo. Nanda seperti “dibuang” dengan halus oleh Tante Tiya. Ia tidak mendapatkan perhatian yang selayaknya, sehingga Nanda pun memilih untuk keluar dari rumah, kos di dekat kampus, sambil bekerja sambilan untuk menghidupi dirinya.

Dan, ternyata drama tak berhenti di situ saja …

Tante Tiya mencoba mengusir semua wanita perusak rumah tangganya. Ia memilih berkonsultasi dengan penasihat spiritual alias dukun gadungan! Bukannya masalah selesai, muncul masalah baru. Embah dukun pengoleksi batu akik Banten, berhasil menguras harta Tante Tiya. Lalu, ia pun menghilang. Mungkin sudah jadi bupati entah di daerah mana, karena hasil penipuan yang cukup untuk jadi dana kampanye.

Sudah jatuh, tertimpa tangga, ditubruk kebo, dijatuhi kotoran burung, dan diketawain netizen sedunia. Mungkin itu peribahasa yang pas untuk Tante Tiya.

Untung saja, ada Pak Toto, salah satu mantan teman sekantor Om Bimo, yang begitu baik hati. Ia meminjamkan modal untuk membangkitkan lagi usaha sampingan Om Bimo yang terbengkalai, sampai akhirnya Tante Tiya dapat menyelamatkan beberapa aset, termasuk rumah yang mereka tempati sekarang.

Menurut pengakuan Aria, ibunya seperti enggan menerima kenyataan. Gengsi yang terlampau tinggi. Tak mau menemui seseorang profesional untuk menyembuhkan luka di hatinya. Baginya, Om Bimo tetap tak bersalah. Perempuan-perempuan itulah yang durjana. Menggoda suami orang, menghisapnya perlahan hingga layu tak berharta.

Padahal di kalangan tetangga pun belakangan Aria mendengar, Om Bimo juga berselingkuh dengan wanita bersuami waktu ia muda dulu. Bersama beberapa teman, sesama papa-papa muda, klimis dan baru mapan. Mereka berpasang-pasangan, dengan mama-mama muda yang cukup gila untuk berpaling dari suami dan anak yang menanti di rumah, penghuni di kompleks yang sama.

Itulah mengapa, Aria tak pernah akur dengan sang ayah. Apalagi ia selalu ditekan, disetir, diperintah untuk mengikuti kemauan Om Bimo. Memilih sekolah, jurusan kuliah, pacar, hingga model baju dan kendaraan pribadi. Aria pun berontak. Menjatuhkan pilihan berlawanan dengan kesukaan Om Bimo. Demi menambal kekosongan dan kekecewaan hatinya.

Mbak Yona, dipaksa menikah dengan salah satu mantan anak buah Om Bimo yang kini berkarir di sebuah perusahaan minyak asing ternama. Nasibnya tak jauh berbeda. Suaminya, Mas Teddy, lebih senang bergaul dengan teman-temannya, tanpa melibatkan Mbak Yona. Menurutnya, Mbak Yona cukup menerima nafkahnya dan melakukan kewajibannya sebagai istri. No questions asked.

Mbak Yona dituntut harus terlihat sempurna. Istri sholeha dan ibu perkasa. Sementara Mas Teddy sibuk menebar pesona di luar sana. Itulah mengapa Mbak Yona memilih untuk tinggal di rumah keluarga. Menolak menghuni rumah yang dibelikan Mas Teddy di sebuah kompleks town house yang cukup mentereng di daerah Setiabudi.

Pastilah rumah itu dingin, sepi. Dengan tekanan yang kerap mendera jiwa. Tanpa cinta kasih tulus mengayomi.

Om Bimo tidak sempat hidup lama setelah pernikahan Mbak Yona. Ia tidak melihat betapa kejinya Mas Teddy. Melakukan tindakan yang sama kepada putrinya sendiri.

Gue bergidik. Antara kasihan campur lega. Untung saja gue nggak sempat berhadapan dengan Om Bimo. Bisa nambah lagi pembawa bencana di hidup gue.

“Sampai sekarang, aku nggak tahu persis. Kenapa Ibu begitu membela Bapak. Dengan segala tingkah yang udah nyakitin Ibu berkali-kali begitu,” ujar Aria muram.

“Aku nggak mau kaya Bapak atau Mas Teddy. Istri yang kupilih, itu lebih berharga dari berlian. Menyia-nyiakan dia, sama saja membuang kesempatanku masuk surga,” mata Aria menerawang sambil berkata pelan.

“Ibu itu…butuh sandaran kuat, Dan. Ia sudah terlalu lama disakiti. Ia pun jadi tidak sadar kalau dengan dia menutup mata dan mematikan rasa, banyak orang yang sayang sama dia jadi percuma aja. Niat baik kita mental semua,” pinta Aria, memohon pengertian atas tingkah polah Ibunya.

Gue terdiam. Semua cerita ini terlalu berat untuk dicerna sekaligus.

MiniDani berkunang-kunang, lalu jatuh sambil mengibarkan bendera putih.

Ini ternyata belum seberapa.

-sambunglagiesokhari-

#ODOPfor99days #day84

Gambar dari sini

Advertisements

2 thoughts on “Mantu vs Kanjeng Ratu – Ep.17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s