Mantu vs Kanjeng Ratu – Ep.15

Mantu-15

Melanie begitu baik, ia bahkan tidak memulai untuk bertanya tentang prahara pranikah ini sampai seluruh pesanan kami datang dan siap disantap.

Sambil mengunyah spicy dragon roll, Melanie membuka pembicaraan, “Jadi, masih lanjut atau nggak, pernikahan lo itu?” DEG! Melanie nggak membuang waktu, langsung nanya tepat sasaran.

“Nggak tahu, Mel. Masih bingung gue. Apa pilihan gue tepat ya, ngabisin sisa hidup gue sama cowok yang belum tentu bisa menghargai gue?” tanya gue balik, sambil terus menambahkan wasabi pada sushi yang padahal udah cukup membara di mulut.

“Lo dulu gimana bisa yakin kalo Davi itu cowok yang tepat jadi suami lo?” gue pun penasaran.

Melanie tertawa kecil. “Gue lempar koin, Dan. Diundi aja. Nggak salah pilih untungnya,” sahutnya sambil terbahak.

GLEK!!! Seketika gue keselek. “Gile, Mel! Lo lotre hidup lo? Ckckck.. Apa koinnya bolak balik gambarnya sama? Kaya punya Harvey Dent di Dark Knight?” cerocos gue tak percaya.

Melanie makin ngakak. “Ya elah, Dan. Emangnya gue dewa judi? Becanda kali, Dan!” ralatnya. “Gue…cuma dengerin kata hati gue aja,” sahutnya mantap. “Setelah istikharah juga seminggu,” tambahnya sambil mengedipkan mata.

Gue pun hanya mengeluarkan deretan huruf O dari mulut. Sahabat gue ini memang sederhana. Kesederhanaannya inilah yang membuatnya istimewa.

Kenapa gue melupakan solusi yang satu itu ya? Kembalikan saja kepada Pencipta. Bersujud, bersimpuh di atas sajadah. Pintakan jalan terbaik atas segala masalah dan keluh kesah.

“Lo udah ketemu lagi sama Aria?” Melanie lanjut bertanya. Gue hanya menggeleng pelan. “Gue belum siap, Mel. Gue aja nggak tahu kenapa kangen sama dia pun nggak,” sahut gue cepat, sambil meneguk iced ocha sampai habis. Seorang pelayan datang menghampiri dan dengan sigap mengisi kembali gelas gue. Semakin galau, semakin haus, itulah motto gue.

Melanie menatap gue iba. Gue tahu, ia ingin banyak berkata. Namun, kelembutan hatinya mengalahkan rasa ingin menasihati sahabatnya yang sedang terpuruk kelas dewa ini. Akhirnya, Melanie berujar, “Ini cuma sejumput kerikil dalam masalah pasangan sebenernya, Dan. Dalam pernikahan, ujian itu bakal datang berlipat-lipat. Itulah kenapa gue dan Davi sepakat, apapun masalahnya, kita harus hadapin berdua, bukan sendirian.”

“Oya, dua bulan lagi ya, lo lahiran? Lahiran dimana jadinya?” segera gue mengalihkan pembicaraan. Gue berusaha keras untuk menahan muka ini tidak semakin merah dan air mata meluncur. Ucapan Melanie menohok, sampai ke lubuk hati terdalam.

Meluncurlah sederet cerita Melanie. Tentang rencana water birth di rumah. Tentang petualangannya belajar gentle birth. Tentang perjalanannya mencari bidan yang lagi hits di Bandung khusus melahirkan di rumah. Tentang Davi yang selalu mendukung keputusannya, walaupun banyak orang, keluarga dan teman yang tak kuasa meragukan bahkan nyinyir akan keinginan Melanie ini.

Gue hanya menyaksikan binar-binar kebahagiaan di wajah Melanie. Kecantikan yang cahayanya menyilaukan. Kasih seorang ibu yang tercurah begitu hebatnya, meskipun ia belum menimang sang anak secara nyata.

Pikiran itu kembali datang. Sebuah ide yang tidak terpikirkan sedikit pun sejak berhari-hari lalu. Sebuah niat yang semoga saja didukung oleh semesta dengan konspirasi ajaibnya.

Gue ingin ketemu Tante Tiya. Gue mau nerima dia jadi ibu mertua gue. Lengkap dengan segala paket dirinya. Baik buruknya, apapun perlakuan dia ke gue, itu adalah usahanya untuk menerima gue sebagai bagian baru keluarganya.

Senyum gue merekah. Nampaknya, malam ini gue harus segera istikharah. Esok pagi, ikhtiar gue akan dimulai. Merekatkan lagi silaturahmi yang gue putus.

Sahabat dan sushi. Sebuah kombinasi, penyelamat hati gue kali ini.

-sambunglagiesokhari-

#ODOPfor99days #day82

Gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s