Mantu vs Kanjeng Ratu – Ep.12

Mantu-12

“Aku mau pulang ke rumah, Ya. Aku….nggak nyaman di rumahmu,” ujar gue pelan.

“Lho, apa yang bikin kamu nggak nyaman? Kamu udah bilang sama Ibu?” desak Aria.

“Umm..justru itu. Ibu kamu yang bikin aku nggak nyaman!” seru gue tiba-tiba.

Aria pun ternganga. Ia mencoba menguasai diri. Terkejut, tersinggung, terluka. Yang mana yang paling ia rasakan sekarang? Batin gue bergejolak, tapi mulut gue nggak bisa berhenti bicara.

“Ya, kenapa kita harus bertukar? Apa maunya Ibu, sih? Aku ingin ada di zona nyamanku, yang sebentar lagi bakal aku tinggalin. Bukannya malah diambil paksa begini. Kamu yang nanti jadi imamku, bukan dia!” racau gue, menumpahkan semua kekesalan.

“Sori, Ya. Aku akan balik ke rumah malam ini juga. Seumur-umur orang tuaku sendiri nggak pernah mengekang aku. Memaksakan kemauan mereka kepadaku. Jadi, aku akan berontak saat ada orang lain, berhubungan darah pun nggak, tahu-tahu datang, tunjuk sana sini, seakan hidupku ada di telapak tangannya. Aku nggak suka!” gue masih terus merepet.

Rahang Aria mengeras. Dia sadar, gue nggak suka sama Ibunya. Calon mertua, wanita yang nantinya harus gue panggil Ibu juga.

“Terserah kamu mau bilang apa. Terserah aku mau dicap anak durhaka, cewek nggak tahu diri atau apa. Yang pasti, hidup sama keluarga kamu seminggu aja, bagiku kaya dijeblosin ke neraka!” tutupku dengan api menyala maksimal. MiniDani pun menyemburkan api dari mulutnya bak naga murka.

BRAKKKK!

Nggak sengaja gue berdiri terlalu heboh dan menggulingkan kursi yang ada di seberang meja. Ups, muka gue memerah. Sebagian karena marah, sebagian karena malu.

Aria masih terdiam. Pandangannya membuat gue merasa bersalah tiba-tiba. Ia tampak terpukul. Ia pasti tak menyangka, begitu tajam kata-kata gue tentang keluarganya.

Ya, seburuk apapun, mereka tetap keluarganya. Orang-orang yang hidup bersamanya sejak ia lahir. Yang membuat berbagai kenangan dengannya. Yang menjadikannya siapapun ia hari ini. Termasuk menjadi sosok yang berhasil mengambil hati gue.

Seketika gue menjadi kikuk. Bingung merangkai kata, padahal sebelumnya gue menjelma jadi Lady Eminem. Tinggal diiringin musik hiphop, piala Grammy bisa gue sabet, cing!

“Aria…” panggil gue sambil menyentuh pundaknya. Aria serta merta menepis tangan gue.

“Ini udah malem. Ayo pulang, besok aja kita omongin lagi,” sahutnya sambil memalingkan muka. Nggak ingin sedikit pun melihat wajah gue.

SIALSIALSIAL!

Kemungkinan batal menikah : 99%

Aria segera keluar dari Bucky’s Barn. Memacu mobilnya sendirian. Meninggalkan gue yang cuma bisa termangu. Rio segera menyusul masuk dan merangkul gue. Membimbing gue ke mobil, karena gue serasa melayang dan menginjak lautan kapas.

Begitu pintu mobil ditutup, air mata yang sedari tadi gue tahan, mengalir deras tanpa bisa gue hentikan.

Rio pun mengemudi perlahan, namun ia terdiam. Seakan memberi gue ruang untuk meratap. Hingga kami sampai di depan rumah, dan Papah sudah menunggu di pintu depan. Gue pun menghambur ke arahnya. Memeluknya erat.

Gue udah pulang. Dan gue nggak mau pergi lagi dari sini. Sampai kapanpun.

“Dani udah pulang, Pah. Dani nggak mau nikah sama Aria. Dani nggak mau ketemu Tante Tiya,” kata-kata keluar begitu saja berbarengan dengan isak gue yang tak berhenti.

Papah hanya memeluk gue makin erat. Hatinya mungkin terluka, melihat anak perempuannya yang biasanya ceria, seperti kembali tanpa jiwa.

“Dani istirahat, ya. Nanti siangan kita bicara,” ujar Papah lembut.

Kedua pria mengatakan hal yang sama. Namun, entah mengapa, suara Papah yang berhasil membuat gue merasa lega. Ya, 3 Musketeers selalu bersama. All for one, one for all.

Gue tahu, pembicaraan dengan Aria dan Tante Tiya tidak akan berjalan mulus. Tapi, dengan Papah dan Rio di samping gue, gue tidak takut. Bener kata Rio, gue bakal nyesel kalo mempertahankan hubungan di atas penderitaan gue sendiri.

Malam itu, gue tidur dengan nyenyak dengan mata bengkak. Tak sabar menunggu esok hari. Saatnya Kanjeng Ratu gue skak mat! Senyum lebar pun menghiasi perjalanan gue ke alam mimpi.

-sambunglagiesokhari-

#ODOPfor99days #day79

Gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s