Mantu vs Kanjeng Ratu – Ep.9

image

Tuhan rupanya begitu murah hati. Setelah insiden nasi goreng, esoknya Tante Tiya meninggalkan rumah. Rupanya ada urusan bisnis mendadak yang mengharuskan ia pergi ke Semarang selama satu minggu.

MiniDani langsung pake kacamata item dan joget-joget ala Jacko. “So, beat it!” teriak MiniDani sambil tertawa kejam muahahahaha.

Seminggu tanpa Hitlerwati, membuat gue bisa bebas beraksi. Pulang dari virtual office, langsung nongkrong cantik sama sobat-sobat. Gue bisa ngunjungin Papa dan Melanie siang-siang sekalian numpang maksi cantik. Seneng banget bisa ketemu masakan rumah yang rasanya bener. Di rumah Aria, Yuti menyajikan masakan yang absurd melulu. Beberapa malah makanan yang belom pernah gue makan, dan rasanya amburadul to the max.

Contoh, setiap hari gue berasa jadi Pamela Anderson. Disuguhin makanan bernama BOTOK. Lama-lama bukan badan kenceng isi silikon, tapi kepala BOTAK mikirin pecel lele yang posisinya diganti sama pindang ikan cuek. Positif, sebentar lagi gue kumisan dan mengeong ala ala kucing garong.

Seminggu ini pun gue mulai mengamati rutinitas rumah ijo royo-royo. Betapa gue sadar, jarang mandi sudah mendarah daging di semua orang di rumah ini. Dari bayi sampai nini, semua mandi cukup sehari sekali. Mungkin takut kecaemannya luntur kebawa sabun kalo mandi dua kali sehari.

Belom lagi dengan hidup super hemat menjurus kikir ala Paman Gober. Kalo malem, rumah udah mirip gua kelelawar. Gelap gulita. Semua lampu mati, dengan alasan hemat listrik. Sampe mau ke dapur pun nggak cukup pake senter, kudu bakar obor!

Malam-malam, saat gue mulai eneg dengan semua hal tolol ini, gue akan telepon Papah dan Rio. Suara Papah yang menenangkan gue, mengingatkan akan kewajiban ibadah 5 waktu yang jangan sampai terlewat, kemudian tawa renyahnya mengartikan betapa bahagianya ia dengan adanya Aria di rumah.

Ah, walaupun rumah gue nggak sebesar ini, setidaknya lebih nyaman, lebih teratur, dan lebih hangat. Penghuninya saling peduli. Di sini, semua hanya berkutat di kamar masing-masing. Bahkan, makan pun dilakukan di kamar. Niat ngundang semut-semut kecil sepertinya, buat ditanya, apakah kamu di rumah ini tidak takut gelap. Tuh, kan. Mulai ikut ngaco. Salahkan pindang yang menurunkan kecerdasan berbahasa gue, MEONG!

Kehidupan berlangsung monoton. Nggak hidup. Semua fokus dengan urusan masing-masing. Tak ada momen berkumpul di meja makan, ruang keluarga, saling bercengkrama. Dunia kecil terbatas dinding kamar belaka.

Gue pun mulai berpikir ulang. Apakah gue bisa nyatu sama keluarga ini? Apakah gue bisa menerima ketidaknyamanan gue, atas nama keikhlasan satu paket lengkap seorang Aria?

Semakin lama gue berada di sini, semakin bimbang gue untuk melangkah. Gue mulai malas follow up kerjaan vendor buat pernikahan ntar. Gue milih menenggelamkan diri dalam pekerjaan, proyek baru, klien baru, dan WhatsApp tak henti dengan sobat-sobat yang bikin gue bisa melupakan semua rasa muak serta kebuntuan gue.

This too shall pass.

Really?

Gue berpikir, semua kegilaan ini harus berakhir. Gue mau minta Tante Tiya untuk mengembalikan Aria dan gue ke rumah masing-masing.

Ya, tiba-tiba gue ingin Tante Tiya segera kembali. Ini tidak bisa menunggu. Gue mau tampil cantik dan waras di hari bahagia gue. Tak ada satu orang pun yang bisa menghalangi kemauan gue. Termasuk seorang ratu kesiangan yang nggak bisa move on dari patah hati usang bak abege jomblo kronis.

Di malam ketujuh pasca Tante Tiya pergi, tekad gue bulat. Gue mau pulang. Malam ini juga.

Kunci mobil segera gue raih. Langkah mantap pun gue ayunkan. Rumah, gue mau pulang ke rumah. Rumah yang gue rindukan. Rumah yang selalu bikin gue bahagia. Tanpa basa-basi, tanpa pamit, karena seisi rumah sudah terlelap.

Gue memilih untuk nggak mikirin efek dari tindakan nekat ini. Di kepala gue, cuma ada hasrat besar, untuk membahagiakan diri gue, demi gue dan hanya untuk gue.

I deserve to be happy, right?

-sambunglagiesokhari-

#ODOPfor99days #day76

Gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s