Mantu vs Kanjeng Ratu – Ep.3

Mantu-3

Setelah pengakuan Papah semalam, nggak pernah gue setegang ini berhadapan dengan Tante Tiya. Melebihi tegangnya gue pas mau cabut gigi empat biji waktu pasang kawat gigi. Melebihi tegangnya gue waktu wawancara kerja pertama kali. Melebihi tegangnya gue waktu jadi MC 17-an di kompleks yang dikenal dengan ibu-ibu kritikus ganas, dimana Gordon Ramsay tampak seperti Pak Tino Sidin murah pujian bilang “Bagus..bagus..”

Minggu lalu, gue mengundang Aria dan Tante Tiya datang ke rumah. Dengan alasan, akan membicarakan persiapan acara pernikahan. Untung, Aria mau menyampaikannya sendiri kepada Tante Tiya. Tak perlu gue yang langsung bicara. Sebelumnya, gue kalut semaleman ketik-hapus-ketik-hapus draft teks pembicaraan sebelum telepon Tante Tiya. Sampai akhirnya, gue mutusin untuk ngelimpahin tugas ini ke putra kesayangannya.

Setengah jam lagi, waktu yang ditentukan akan tiba. Masakan sudah rapi di atas meja. Berkat resep-resep simpel, tapi menggoda dari Instagram, berhasil juga gue menghidangkan Selat Solo, Rujak Malaysia, Puding Karamel, dan Es Teh Leci di atas meja. Semoga nggak ada yang keracunan makanan atau goyang kursi patah abis menyantap karya agung gue itu.

Gue ngintip sedikit penampilan di depan cermin. Dress potongan klasik di bawah lutut motif bunga kecil berwarna biru langit dengan semburat merah. Sebuah senyum kikuk berlapis lipstik pink tua terpantul juga di sana. Not bad, pikir gue. Mengingat gue mandi dan dandan grasak grusuk gara-gara kelamaan sauna di dapur. Syukurlah ada hair dryer gaban yang bikin rambut kering dan tertata rapi secepat Kotaro Minami berubah jadi Ksatria Baja Hitam. Berubah! From Inem to Maudy Ayunda KW Super.

Papah dan Rio sama tegangnya. Rambut klimis celupan pomade Rio kayanya udah campur aduk sama keringet jagung bakar yang keluar setiap ia gelisah. Papah pun menahan untuk tidak mengebulkan Garpit favoritnya. Demi tiadanya asap bau menempel di kemeja batik lengan pendek warna biru tua. Sense of fashion Papah memang agak ajaib, apalagi kalau sedang galau. Hari ini hampir saja ia mengenakan kemeja batik coklat tua dengan celana panjang hijau. Oalaaah, mirip pohon dibalik kan? Untunglah ada gue yang berharap Lookbook menyewa gue untuk seri Oma Opa on the street. Papah akhirnya terlihat tampan tanpa kelihatan seperti duda merana yang mengharap cinta lama.

Kami saling berpandangan. Kemudian, pecahlah tertawa menggema ke seantero rumah. Tuh, tikus lewat aja sampe melipir ke lubang terdekat.

“Kok kita kaya mau nyambut Pak Presiden aja ya?” seloroh Papah. “Mending, Pah. Ini kaya dulu aku mau disunat, nunggu Pak Mantri! Tegang maksimal sebadan-badan!” timpal Rio. Duh, ngakak sejadi-jadinya.

Oke, cepat atau lambat, segala kecanggungan dan gantungnya masalah masa lalu ini pasti harus diselesaikan. “Mungkin…” gue ikut membuka suara. “Ini saatnya kita mencari tahu, apakah keluarga kita bisa menyatu. Nikah kan bukan cuma gabungin suamii istri, tapi juga pasukan bodreknya sekalian.”

“Kalo ternyata, Tante Tiya nggak bisa berdamai sama Papah, Dani siap mundur, Pah!” celetuk gue tiba-tiba. Papah dan Rio menoleh lalu melongo tak percaya. MiniDani pun ikut ternganga menjatuhkan rahangnya.

Sespesial apapun Aria, nggak akan bisa menggantikan sosok lelaki pertama yang gue peluk dan cinta sepenuh hati. Pria yang jatuh bangun demi membuat gue tersenyum bahagia setiap hari. Yang menyimpan air matanya, demi semangat hidup untuk disuntikkan kepada kedua anak kesayangannya.

Ya, gue terlalu sayang sama Papah. Sesederhana itu.

TINGTONG!

Bel pintu depan berbunyi. Kami bertiga berpandangan kembali. It’s now or never.

-sambunglagiesokhari-

#ODOPfor99days #day70

Gambar dari sini

Advertisements

2 thoughts on “Mantu vs Kanjeng Ratu – Ep.3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s