Jenaka bukan Dosa:8-Balada Kepincut Tawa

JBD-8

Cowok baik mau nemenin ceweknya belanja.Cowok terbaik nggak pingsan waktu liat struknya.

Sekali, dua kali, tiga kali, lama-lama mata gue berubah wujud jadi wiper mobil. Bolak-balik menelusuri barisan 140 karakter di timeline Twitter gue. Satu akun jadi target operasi, @comicaLife sang terdakwa.

72 jam berlalu sejak gue nerima kertas dari Davi, klik search user name danfollow akun yang ditulis di secarik kertas penuh energi kosmis berjudul JODI alias JOdoh DIcari. Yak, jodoh sekarang udah satu spesies sama koruptor. Makin berliku jalan buat ketemunya, harus dipancing dulu biar keluar dari sarangnya (lah, kok mirip sama singa di Taman Safari ya?).

Twit tentang cowok baik dan cowok terbaik itu bikin spekulasi warung kopi muncul di otak gue. Apa dear comical boy udah status siaga satu? Dengan satpamwati di sampingnya? Atau dia masih berkelana mereguk asmara? Bujangan, bujangan, bu jangan dikawinin dulu anaknyaaa!! *Ayah Rhoma mode on*

Ehm, sori. Kurang gula darah bikin halusinasi pagi hari. Waktunya minum obat, sepiring lontong sayur porsi jumbo. Hati boleh kepincut, perut jangan ikut mengkerut.

Sengaja gue dateng ke kantor pagi-pagi buta dan skip sarapan demi koneksi internet cepat kilat dan ngelanjutin investigasi (ucapin dengan intonasi berwibawa ya) satu makhluk bernama Euforiano. Mumpung belum adamorning meeting, tumpukan tugas artikel yang harus gue tulis, dan tusukan maut deadline yang bikin bulu idung rontok.

Don’t get me wrong, I love my job so much. Siapa sih yang bakal nolak dibayar buat icip-icip makanan trus lo curhat tentang apa yang barusan lo nikmatin? Padahal gue bukan Robert David Chaniago, yang jago masak macem-macem or punya menu andalan dashyat macem balado ala Francaise itu. Cuman ternyata kalo cinta udah dateng ketok-ketok hati dan kepala, dia suka berkonspirasi sama mood seenaknya. Bikin kita males sama hal yang penting dan rajin sama hal yang sebenernya dikerjainnya sambil merem aja.

Cinta, menerbitkan semangat membara gue ngalahin ayam jago Ibu Kos bangun pagi. Salahin aja gue, bikin dia bakal jadi ayam galau semingguan ini. Syukur-syukur nggak mogok makan atau minum Cap Tikus dioplos Topi Miring saking depresinya. 

GUBRAK!!

Tiba-tiba gue terjengkang ala Stephen Chow, gara-gara muter-muter labil di kursi kerja kubikel gue. Sakitnya lumayan, tapi nggak disangka malah bikin gue kena sengatan listrik atas nama “putus urat malu”. Saatnya gue masuk gigi satu dan jalan maju.

Gue buka timeline Euforiano sekali lagi dan mencari twit ambigu itu. Reply pun gue ketik : Cowok ter-terbaik itu yang kebal senjata, santet n berani menghadang debt collector kartu kredit si cewek. SEND TWEET.

Damn. Twit gue barusan kenapa berasa janggal ya? Garing? Horor? Provokatif? Atau malah kedengerannya curcol? Semoga aja dia nggak ngira gue ini pemilik agen penyalur debt collector, dikelilingi om-om berkumis baplang, bertato, dan demen ngancem-ngancem. Argh, argh, argh!

 

-sambunglagiesokhari-

#ODOPfor99days #day49

Gambar dari sini

Advertisements

2 thoughts on “Jenaka bukan Dosa:8-Balada Kepincut Tawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s