Jenaka bukan Dosa: 3-Ceracau Lorong Waktu

JBD-3

Siapa gue? Gue siapa? Siapa gue? Gue siapa?

Nama : Ria Jenaka
Umur : 24 tahun
Cita-cita : Membuat dunia tertawa ha-ha-ha-ha

Satu tahun lagi gue bakal kenalan sama quarter-life crisis yang heboh disebut-sebut di novel-novel chicklit itu. Apa aja yang udah gue kasih ke dunia hampir seperempat abad ini? Let’s see …

Pertama nongol di dunia, gue dikasih doa dan harapan buat jadi penghibur orang-orang di dalam hidup. Lahir dari Ayah dan Bunda yang tergila-gila sama yang namanya humor. Bayangin aja, mereka kenalan di ajang lomba lawak antar kampus, hobi malem mingguan sambil nonton Srimulat manggung, dan puncaknya, air ketuban Bunda pecah pas lagi ngakak berat di tengah-tengah siaran acara “Ria Jenaka”, wayang orang modern jagoannya TVRI di Minggu pagi dulu (sebelum akhirnya Doraemon menguasai layar kaca di Minggu pagi sampai sekarang).

Jreng! Terinspirasi, maniak atau emang orang tua gue spontan (uhuy) banget dalam urusan namain anak, jadilah seorang bayi perempuan berpipi tembem dikasih nama Ria Jenaka. Ehm, jangan salah ya, gue tetep nangis kok pas lahir. Kebayang aja, oek-oek gue berganti suara ketawa cekikikan. Ada juga gue dimasukin botol, macem jin tangkepan para Pemburu Hantu.

Hahahihi otomatis jadi bagian hidup gue. Belajar ngomong gara-gara denger kaset Warkop DKI. Ngerti do-re-mi-fa-sol dari Pancaran Sinar Petromak (PSP). Bisa baca pun, gurunya buku “Mati Ketawa Cara Madura” dan “365 Hari Huahahaha”. Masuk sekolah, jadi wajib buat hafal mati tebak-tebakan di buku Asbak (alias Asal Tebak).

Yang lebih gila, Ayah dan Bunda setiap malam Minggu menggelar panggung lawak, mirip stand up comedy di ruang keluarga. Gue dan Canda, adik laki-laki gue (yang namanya dicomot dari acara (alm.) Aki Ebet Kadarusman, Salam Canda) harus menampilkan joke-joke yang kita dapet seminggu terakhir.

Sukses nggaknya kita, ditentuin dari seberapa panjang ha-ha yang keluar dari mulut Ayah dan Bunda. Nggak lucu? Ha doang. Lumayan lucu? Ha-ha-ha-ha-ha-ha. Lucu? Artinya Ayah dan Bunda udah melorot dari sofa, terpingkal-pingkal sambil bergulingan di karpet. Bonus uang jajan sudah menanti, apalagi kalo sampai bisa bikin mereka ngompol seperti Nunung di Opera van Java.

Kelihatannya hidup gue bahagia dan ceria terus ya? Hmmm, sayangnya kisah-kisah cinta gue sampai saat ini selalu berakhir dengan tragedi.

Saking tragisnya, kalo aja ada musisi numpang lewat di hidup gue, udah bisa bikin lagu-lagu menguras air mata dan mendulang milyaran rupiah dari hits hasil pengilhaman cerita cinta Ria Jenaka. Charly ST-12 bisa bawa pulang Grammy tuh berkat gue.

Oke, yang terakhir mulai kedengeran kalo gue giting lem Aibon, bukan hasil terapi yoga kelas wahid ini. Fokus, fokus, FOKUS!

*BIG SIGH*

sambunglagiesokhari-

#ODOPfor99days #day44

Gambar dari sini

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s