Jenaka bukan Dosa: 2-Ibu Peri, Help Me!

JBD-2

Tok-tok-tok.

Ketukan keras di pintu dan suara yang gue udah kenal banget, terdengar membahana. “Ri! Are you okay? Lagu patah hati lo kedengeran sampe dapur nih. May I come in now?”

Nah, Ibu Peri datang juga akhirnya. Gue buka pintu, sebuah wajah cantik, namun cemas muncul di sana. Di tangannya ada semangkuk mie instan berkuah merah dengan telur. Harumnya aroma kari sontak menggoda lidah gue, slurp!

“Kebetulan banget, Mel. Gue laper banget. I need lots of energy to face this one cheesy day,” ujarku sambil duduk dan mulai melahap si mie penggoda itu. Melanie deketin gue sambil memandang gue lekat-lekat. Kelihatan ada tatapan iba di sana.

Again, Ri? Dengan alasan yang sama?” Gue manggut-manggut ala ayam ngantuk, sambil menyodorkan barang bukti perusak hari gue ke Melanie.

Jari-jari lentik Melanie membukanya dan mata coklatnya mulai menelusuri kata demi kata dalam surat mungil itu. Nggak lama, raut wajahnya berubah geram. “Oh, please! Emang dipikir dia itu siapa? Johnny Depp? Orlando Bloom? Channing Tatum? Try Mas Joko, tak u-uk!” Melanie mulai merepet sambil nyebutin aktor-aktor idola penghias mimpi-mimpinya (dan tetep nyelip satu nama dari lagu dangdut favoritnya dari kecil dulu).

Akhirnya cengiran gue balik lagi. Emang hebat nih Ibu Peri. Bisa aja narik jiwa gue yang udah nongkrong di pohon jambu seberang, balik ke alam nyata lagi.

Setelah menghabiskan semangkuk mie instan ini, gue mulai ambil suara, “Yah, Mel. Gue sebenernya mulai mikir buat udahan aja sama dia. Eh, gue baru niat, dia udah skak mat gue duluan. Nasib, nasib.”

Bak kesetrum di sutet, tiba-tiba Melanie berdiri dan mengguncang-guncangkan pundak gue. “Wake up, darl! There is nothing wrong with you or your sense of humor! Jangan lo pesimis, nyalahin nasib lo, or whatever pathetic thing that you are thinking right now! Lo emang nggak jodoh sama cowok-cowok itu semua. And I can see clearly that they aren’t even your type!”

Melongo. Itu reaksi gue melihat Melanie dengan berapi-api berusaha jadi motivator kesetanan. Saran-saran penyejuk hati dan pelukan hangat yang biasanya dia kasih tiap gue putus cinta, tahu-tahu hari ini berubah jadi teriakan pembakar semangat. Wah, Melanie jadi kaya suporter timnas di GBK gini, hebat. What’s next?

Belum abis jatah melongo gue, Melanie udah menggerakkan tubuh tinggi rampingnya dan duduk bersila di karpet. “Oke, sekarang saatnya gue kasih terapi yang mantap buat lo. It is time for you to call me Master,” kata Melanie sambil mengambil menarik gue sebuah isyarat supaya gue mengikuti apa yang dilakukannya.

Sahabatku ini memang penggila yoga, meditasi, dan spiritual healing. Sekarang dia mau nyembuhin gue dengan metode andalannya. Wow! Gue sekarang jadi Naruto yang sedang menimba ilmu dari pendekar ninja kawakan. Hahay! Ups, be serious, Ri!

Dengan gaya instruktur profesional, Melanie memperagakan sebuah posisi meditasi. “Ini namanya self contemplation session. Saatnya lo merefleksikan lagi siapa diri lo sebenarnya. Lo gali semua kelebihan lo buat ditonjolin dan temuin juga segala kekurangan lo buat diperbaikin. Lo bakal buka mata bahwa seharusnya lo optimis dan bersyukur atas apa yang lo punya sekarang,” jelas Melanie.

Let’s start now, darl! Ambil nafas pelan-pelan, terus buang pelan-pelan juga. Atur ritmenya supaya lo relaks dan bisa konsentrasi sama isi kepala sama hati lo juga. Kalo lo udah siap, tutup mata lo biar bisa lebih fokus,Melanie mulai mengarahkan sesi terapinya.

Tarik nafas. Buang. Tarik nafas. Buang. Gue mulai praktek sesuai instruksi Melanie. Lumayan juga punya sahabat jago yoga, daripada bayar ratusan ribu ikut latihan bareng ibu-ibu gaul masa kini, hihihihi. Ups! Focus, Ri! FOCUS!

Nggak lama, gue serasa masuk ke dalam sebuah pusaran awan nan lembut. Seperti film flashback, putaran episode hidup gue di masa lalu mulai dimainkan.

Who am I exactly?

-sambunglagiesokhari-

#ODOPfor99days #day43

Gambar dari sini

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s