Teruntuk Gadis Kutu Buku

image

Hai gadis kutu buku!

Apakah minus kacamatamu bertambah lagi? Tak sulit mencari penyebabnya. Hobi baca buku sambil tiduran di malam hari seperti jadi ritual yang sulit lepas dari tubuh cekingmu.

Sudah berapa novel detektif yang kau lahap minggu ini? Serial STOP, Hawkeye & Amy, dan Trio Detektif sepertinya jadi idolamu beberapa bulan terakhir ini. Selalu ada misteri menggoda dari setiap buku yang kita buka.

Masih suka curi-curi baca majalah atau novel orang tuamu? Seperti ada candu di balik halaman-halaman bersinar itu ya? Meskipun ada beberapa kata yang begitu asing di telinga. Asmara? Makanan apa itu? Korupsi? Mungkinkah itu seorang penjahat berkeliaran mencari mangsa?

Aksara dan kata adalah jendela dunia. Begitulah yang kau pegang teguh dalam setiap hari-harimu. Tak heran peringkat satu di kelas seolah abadi dalam genggamanmu. Selalu selangkah lebih maju mengetahui hal-hal baru. Imajinasi berkelana saat waktu luang tersedia. Kosa kata makin kaya tiap waktu, menaklukkan teka-teki silang dan permainan kata tinggal tunggu waktu saja. 

Sayang, tak perlu kau malu jadi kutu buku. Hiraukan saja suara sumbang dan cemoohan dari mereka yang iri dengki. Kutu buku bukan pengganggu, apalagi disamakan dengan sosok buruk rupa yang patut dijauhi. Tidak, Sayang. Kutu buku adalah nahkoda masa depan. Dengan sederet wawasan dari si gudang ilmu, dunia mempercayakan nyawanya pada mereka yang mencintai pustaka.

Kau akan berterima kasih pada kawan-kawan berjilidmu kelak. Berkat mereka, kau bisa membuat ceritamu sendiri. Beberapa akan menghadiahimu penghargaan yang tak terlupa. Tak sedikit juga yang bisa menghibur dan membuat orang lain bahagia.

Tetaplah membaca, gadis kutu buku. Mungkin sekarang kau tak mengerti, namun suatu saat kegemaranmu ini akan membuat seseorang jatuh hati.

aku, dirimu seperempat abad mendatang

#ODOPfor99days #day35

pic : thinkstock

Advertisements

4 thoughts on “Teruntuk Gadis Kutu Buku

  1. mbak ini tulisannya bagus banget menurutku. Susunan kata-katanya ada ritmenya tapi enggak puisi. Suka deh. Eh kayaknya kita seumur ya? Bacaannya sama. Anak jaman dulu kerjaannya cuma berkutat di baca+koleksi buku2 nya Enid Blyton dan seputarannya ya. Baca serial Tini juga gak? Heeee kok jadi panjang begini komennya? Hahahaha…maafkeun *sungkem*. Btw aku nyari page ABOU US di blogmu kok ga ada mbak?

    • Iya sepertinya seumur, forever 21 (tutup tanggal lahir di KTP hahaha)

      Enid Blyton, aku cuma suka 5 sekawan. Aku lebih ngefans sama Roald Dahl, lebih maksimal khayalannya 😀
      Walah Tini pun nggak baca, bacanya Tin yang lain… TinTin hehehe.

      Blogku blom ada about me-nya nih. Sepertinya kudu bikin ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s