Kala Citra Bercerita

Era medsos seperti sekarang, kita bisa tahu dengan mudah dan cepat apa yang orang lain lakukan, pikirkan, dan rasakan pada menit bahkan detik itu juga. Hal yang serupa berlaku pula pada hidup kita.

Di satu sisi, kabar tetap terjalin, tanpa harua tanya-tanya kepo ke yang bersangkutan. Sisi lain, kalau orang nggak tahu motif yang melatarbelakangi isi posting kita, muncul komentar STD kekinian, “Ah, itu cuma pencitraan!”

image

Oke, pencitraan, yay or nay???

Kalau pertanyaan ini dilontarkan kepadaku masa lajang dulu, tentu dengan lugas, tegas, sambil hormat grak, aku bakal jawab definitely NAY alias ogah marogah begah.

Pencitraan identik dengan riya, norak, kampyungan, gila hormat, dan sejenis sehabitatnya. Itu pikirku dulu. Jadi misterius itu keren. Semakin sedikit yang diumbar, eksklusif lah jadinya. Mending nggak usah banyak tebar gaya, pamer sono sini, daripada ditimpukin penonton. Nah, begitu teori sableng alaku.

Sekarang? Kehidupan menjadi emak rempong mengubah pandanganku.

Pencitraan itu perlu.

LAHHHH???? KESAMBET APE NGOMONG BEGINIIIII???

Ehm.
Apa juga kalo dipakai bener, dosisnya tepat, bakal jadi manfaat.

Pemakaian yang benar. Pencitraan sama dengan upaya memotivasi diri. Supaya berubah jadi orang yang lebih baik.

Ngebaikin orang lain, biar akhirnya jadi baik betulan. Tunjukin prestasi dan perilaku positif, supaya jadi terbiasa jadi penginspirasi. Satu lagi, catatan kita di dunia maya, suka nggak suka, disorot banyak orang. Termasuk mungkin mereka yang nantinya mengubah jalan hidup kita, misalnya yang nantinya bekerja sama kita atau anak cucu cicit kelak. Males juga kan, hidup tanpa ada rekam jejak yang bisa dibanggain generasi penerus.

Dosisnya tepat, harus tahu kapan waktu yang pas untuk melakukan pencitraan dan seberapa sering pencitraan dilakukan. Intinya, sealami dan semembumi mungkin. Supaya orang-orang mau menyimak dan mengikuti dengan senang hati. Nggak bikin eneg apalagi membangkitkan gerakan haters, oh no!

image

Pada akhirnya, citra yang terbangun dari sebuah pencitraan, hanyalah sesuatu yang sifatnya sementara dan buatan. Karena, waktu adalah penyingkap semua kegelapan dan rahasia. Sebelum kita kehabisan, tak ada salahnya kita mulai jujur, baik kepada diri sendiri dan dunia.

Jadi….boleh ya aku ngaku, kalau hari ini cuma mandi satu kali? 🙂

#ODOPfor99days #day29

pic : dari sini dan sini

Advertisements

4 thoughts on “Kala Citra Bercerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s