Mari Belajar Matematika : Perkalian Sederhana

image

Menjadi seorang guru SD, apalagi guru matematika, bukan perkara mudah. Mengajarkan ilmu eksakta kepada anak, tak segampang membalikkan telapak tangan.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan, cara mengajarkan ilmu berhitung juga mengalami revolusi. Tak relevan lagi menggunakan metode yang dulu kita, generasi 90-an, alami, seperti metode CBSA (yang dulu diplesetkan sebagai Catat Buku Sampai Abis hehe) atau hafalan mati yang membuat kepala serta isinya berkeringat tanpa henti.

Demikian juga yang aku alami. Sekolah tempatku bekerja adalah sebuah sekolah nasional plus dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris. Buku-buku matematikanya pun menggunakan produk terbitan Singapura.

Lebih rumit dari produk lokal Indonesia? Awalnya aku berpikir begitu. Namun, setelah menelusuri lebih lanjut, ternyata justru sebaliknya.

Matematika untuk kelas 1, 2, dan 3 diajarkan dengan pendekatan bermain sambil belajar. Banyak kegiatan praktek (hands-on) yang dilakukan, terutama pada tahap pengenalan topik.

Kali ini, aku akan bercerita tentang bagaimana mengajarkan perkalian dasar (1 hingga 10) kepada siswa kelas 1, 2, dan 3. Tentu saja, bukan menghafal mati tabel perkalian yang hingga kini masih marak diperdagangkan dan setia tertempel di dekat meja belajar.

image

Pertama, kenalkan konsep kelompok dan anggota kelompok (group and its member)
Perkalian akan melibatkan sejumlah kelompok dan anggotanya. Syarat perkalian dan pembagian adalah setiap kelompok mempunyai jumlah anggota yang sama. Atau dengan kata lain, terbagi sama rata (equally shared or divided)

Konsep ini bisa diajarkan pada siswa kelas 1, menggunakan benda-benda sederhana yang bisa ditemui sehari-hari, misalnya pensil, krayon, biskuit, permen, kelereng, kancing, stik es krim, dan lain-lain. Gunakan benda warna-warni untuk menarik perhatian mereka. Peraga favoritku adalah stik es krim dan kubus kecil warna-warni, yang biasanya kusatukan kelompoknya dengan mudah.

Konsep dasar ini sangat penting untuk dapat menyusun kalimat perkalian yang tepat, yaitu jumlah kelompok dikalikan jumlah anggota pada tiap kelompok.

Dengan menghafal mati tabel perkalian, kita memang cepat memperoleh hasil akhir. Akan tetapi, di kehidupan nyata, kita akan salah menerjemahkan persoalan ke dalam kalimat matematika yang tepat. 2 x 3 tidaklah serupa dengan 3 x 2, meskipun sama-sama memberikan jawaban 6.

Kedua, tuangkan ke dalam gambar.
Setelah pendekatan konkret, siswa dapat diarahkan untuk membuat sketsa dari pengalaman konkret mereka tersebut. Kesalahan besar yang selama ini mendarah daging adalah mengenalkan simbol-simbol abstrak matematika kepada anak usia dini tanpa membiarkan mereka mendalami konsep berhitung dasar.

Mulailah dari persoalan yang datang dari kehidupan sehari-hari. Misalnya, sebuah kemeja punya 5 kancing, berapa kancing yang ada pada 3 kemeja serupa?

Setelah sketsa soal selesai dibuat, barulah proses berhitung dimulai.

Ketiga, gunakan cara berhitung berulang (skip counting) untuk melakukan proses perkalian.

Awalnya, siswa akan menghitung seluruh anggota kelompok dalam gambar satu-persatu. Biarkan saja dulu begini, barulah kita perkenalkan cara berhitung berulang. Jadi, siswa mengerti kalau 3 x 5 sama dengan menjumlahkan 5 sebanyak 3 kali, 5+5+5.

Kemampuan ini akan mudah dikuasai kalau siswa sudah paham benar tentang konsep dasar kelompok dan anggota kelompok sehingga ia tidak salah menjumlahkan. Kecepatan dan ketepatan menjumlahkan juga ikut terasah di sini.

Keempat, di tingkat kelas 2 dan 3, diperkenalkan cara pintas untuk menghitung perkalian. Yaitu, dengan mengingat perkalian 5 dan 10, di mana hasilnya akan dipakai untuk menghitung perkalian 6, 7, 8, dan 9.

Misalnya :

8 x 7 = ?
Cari dahulu 10 x 7 = 70
Kemudian kurangi dengan 2 x 7 atau 14
70 – 14 = 56

6 x 4 = ?
Cari dahulu 5 x 4 = 20
Kemudian jumlahkan dengan 1 x 4 atau 4
20 + 4 = 24

Perhitungan ini awalnya dibuat di kertas, kemudian nantinya akan dilakukan di dalam kepala.

Kelima, pelajari perkalian secara bertahap. Tujuannya, supaya siswa mengerti seluruh langkah dan konsep dengan perlahan namun mantap dan pasti.

Kelas 1 cukup diperkenalkan konsep dasar kelompok dan anggota kelompok, serta menuangkan bentuk konkret menjadi gambar.

Kelas 2, penerapan penjumlahan berulang pada perkalian 1,.2, 3, 4, 5, dan 10. Juga cara pintas perhitungannya.

Kelas 3, lanjutkan pada perkalian 6, 7, 8, dan 9.

Meskipun ada metode lain seperti Jarimatika, aku lebih memilih mengajarkan konsep perkalian bertahap. Sejalan dengan tujuan untuk membuat siswa mengerti, bukan menghafal mati atau mendapatkan solusi tanpa memahami duduk persoalan dan proses pemecahan.

Nah, tertarik untuk mencoba? πŸ™‚

#ODOPfor99days #day13

pic : play.google.com

Advertisements

2 thoughts on “Mari Belajar Matematika : Perkalian Sederhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s