Sepenggal Duka untuk Sahabat

image

Tadinya, aku sudah menyiapkan draft tulisan lain untuk hari ini. Hingga tiba-tiba mendapatkan kabar duka. Suami dari salah satu rekan kerja yang cukup akrab telah wafat malam tadi.

Innalillahi wa innailaihi raji’un

Sontak aku begitu merasakan duka itu. Meneteskan air mata. Terbayang kehilangan yang begitu besar. Apalagi pasangan ini begitu kompak dan tabah selama ini, menghadapi suka duka, ujian anugerah, bersama-sama.

Aku memang nggak bisa hadir di sana untuk langsung memberikan support atau shoulder to cry on. Sebuah puisi ini aku tuliskan sebagai pernyataan duka kepada keluarga yang ditinggalkan.

—–

KepadaMu aku memohon
Muliakan imamku di sisiMu
Lapangkan jalannya menuju surgaMu
Hiasi alamnya dengan amalan suci

KepadaMu aku meminta
Kekuatan untuk terus berjalan
Ketabahan demi buah hati kami
Ketegaran menyongsong esok

KepadaMu aku bersimpuh
Menyebut namaMu yang agung
Pemegang lahir dan ajal
Kemana akupun kan kembali kelak

KepadaMu aku percaya
Ujian ini akan kulalui
Dengan iman dan hati nan suci
Kutahu aku takkan sendiri

Hanya kepadaMu, ya Allah
Kucurahkan segenap dukaku
Kugantungkan semua harapanku
Kupasrahkan kelanjutan hidupku

KepadaMu kutitipkan doa
Untuk belahan jiwa
Jagalah ia di sana
Nantikan kami berkumpul bersama

—–

Be strong, Mama Azza and lovely Azza. Allah has prepared a beautiful story for your life ahead. And a beautiful place for Baba Azza up there.

Our hugs and prayers for both of you.

#ODOPfor99days #day9

pic : elephantjournal.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s